MUI: Prabowo Tak akan Buat Musuh dengan Negara Mana pun

KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar memahami respons Presiden Prabowo Subianto terhadap eskalasi konflik di Asia Barat, terutama di kawasan Teluk. Anwar menyampaikan ini seusai mendengarkan penjelasan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Malam itu, di hadapan para ulama, pendakwah, pimpinan organisasi masyarakat Islam, hingga pimpinan pondok pesantren, Prabowo berpidato ihwal posisi Indonesia dalam menghadapi situasi geopolitik global yang tengah bergejolak.

“Saya kira kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif,” ucap Anwar, dikutip dari keterangan video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden.

“Artinya tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini,” kata dia melanjutkan.

Anwar menjelaskan, perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya konflik dan ketegangan di berbagai kawasan dunia yang berpotensi memberikan dampak lebih luas, termasuk bagi Indonesia. “Yang dapat kami tangkap bahwa memang perang itu terjadi di belahan antara Amerika, Israel, dan Iran. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lama-lama akan sampai juga ke negara kita,” ucapnya.

Maka dari itu, Anwar mengaku mengerti langkah-langkah Prabowo merespons konflik itu. Anwar pun menekankan pentingnya kewaspadaan sekaligus upaya menjaga keselamatan Indonesia. “Selanjutnya, yang paling penting sekali buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, dan rakyat kita, serta umat kita. Itu yang paling pokok,” ujar Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan nasional. Anwar mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk ulama, pemerintah, serta aparat pertahanan dan keamanan, untuk terus menjaga stabilitas dan keselamatan bangsa.

“Penting sekali untuk merajut kebersamaan untuk membangun sinergi antara kita dengan kekuatan-kekuatan yang ada di negara ini. Ulama dan umara harus bersatu. Ulama dan TNI harus bersatu. Ulama dengan Polri harus bersatu. Dan ulama dengan seluruh umat beragama di negara ini harus bersatu,” kata Anwar.

  • Related Posts

    75 RT di Jakarta Tergenang Banjir

    SEBANYAK 75 RT terendam banjir setelah hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026, sampai Ahad, 8 Maret 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

    Pramono Sebut Curah Hujan Jakarta Sangat Tinggi, Siagakan 1.200 Pompa

    Jakarta – Sejumlah ruas jalan dan titik terendam banjir pagi ini imbas hujan mengguyur semalaman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut curah hujan Jakarta memang terbilang sangat tinggi. “Hari ini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *