32 WNI di Iran Mulai Dievakuasi

KEMENTERIAN Luar Negeri menyampaikan saat ini sebanyak 329 warga negara Indonesia tercatat berada di Iran. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Iran, sementara sebagian kecil lainnya adalah pekerja migran maupun WNI yang tengah berkunjung. 

“Jadi sebagaimana sudah sering disampaikan ada 329 orang di Iran dan sebagian besar berada di Kota Qom,” kata Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemlu pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Kota Qom merupakan provinsi yang terletak di bagian tengah Iran, sekitar 156 kilometer di sebelah barat daya Ibu Kota Teheran. Menurut Heni, mempertimbangkan eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kian memuncak, saat ini Kementerian Luar Negeri akan mengevakuasi WNI dari Iran secara bertahap.

Evakuasi tahap pertama akan dilakukan mulai pekan ini dengan jumlah WNI yang dipulangkan sebanyak 32 orang. Mereka akan dievakuasi melalui jalur Azerbaijan. “Adapun untuk rencana evakuasi selanjutnya diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update,” kata Heni. 

Dia memastikan Kedutaan Besar RI di Teheran terus melakukan penjangkauan dan berkomunikasi dengan WNI yang masih berada di wilayah Teheran. KBRI juga akan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan WNI di Iran yang terdampak akibat konflik di negara tersebut. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan WNI di Iran akan dibawa kembali ke Tanah Air melalui perjalanan darat lewat Baku, Azerbaijan. “Karena ruang udara juga sedang ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam, 3 Maret 2026.

Meski begitu, ia berujar, dari seluruh WNI yang berada di Iran, tidak semua berkeinginan untuk dievakuasi. Namun Sugiono menegaskan pemerintah siap memfasilitasi WNI yang menyatakan kesediaan mereka. 

“Saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam, 3 Maret 2026.

Ervana Trikanaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
  • Related Posts

    ASDP Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim

    INFO TEMPO – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Dalam semangat tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali meneguhkan komitmennya untuk hadir…

    Pesan KPAI soal Pembatasan Akses Anak di Ruang Digital

    KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan pelaksanaan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak masih perlu diawasi dengan ketat.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *