Penjelasan KBRI Amman soal Peziarah Tertahan di Yordania

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania menjelaskan unggahan video terkait rombongan peziarah yang tertahan kala situasi Timur Tengah bergejolak imbas perang yang dilancarkan Amerika Serikat dengan sekutunya Israel terhadap Iran.

Melalui akun media sosial Instagram @renatatours yang menandai akun media sosial, salah satunya @tempodotco. Tour Leaders Renata Tours Rora Gunadi mengaku kebingungan untuk dapat kembali ke Indonesia. Alasannya, maskapai membatalkan dan menghentikan operasi penerbangan imbas perang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami sudah menghubungi kedutaan, namun tidak ada respons,” kata Rora dalam unggahan video tersebut, dilihat Tempo, Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia hari ini, KBRI Amman membantah pernyataan peziarah yang menyebut KBRI tak memberikan respons. Pengunggah video juga telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya.

KBRI Amman menuturkan, pada Senin sore, 2 Maret kemarin, KBRI telah menerima komunikasi dengan salah satu rombongan peziarah yang tertahan. Komunikasi itu menyampaikan jika rombongan sedang dalam perjalanan pulang dari Petra ke Amman dan akan terbang ke Jakarta dengan Maskapai Etihad pada 4 Maret 2026.

Namun, sehubungan dengan situasi di Timur Tengah saat ini, banyak maskapai membatalkan rute penerbangan. Pembatalan penerbangan ini, kata KBRI Amman, juga disampaikan oleh peziarah.

Lantas, KBRI Amman mengklaim, segera menanggapi laporan dan memberikan opsi penerbangan alternatif yang dapat diambil oleh rombongan ini. “Sebagaimana KBRI sampaikan kepada rombongan peziarah lain yang menghubungi KBRI sebelumnya,” ujar KBRI Amman.

Namun, pada Selasa, 3 Maret 2026, rombongan Rora kembali menghubungi KBRI dan menyampaikan informasi penerbangan mereka ke Jakarta dengan maskapai Emirates dibatalkan. Rombongan juga mengaku kesulitan mendapatkan opsi penerbangan alternatif yang disarankan.

Rombongan peziarah kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan evakuasi dan informasi terkait pesawat yang tersedia dan dapat disewa dari Yordania. Namun, saat itu belum terdapat rencana evakuasi WNI yang berada di Amman dari pemerintah.

Kendati begitu, KBRI Amman mengklaim terus aktif berkomunikasi dan memantau kondisi rombongan peziarah ini. Berdasarkan pendataan, tercatat ada 27 WNI peziarah dari rombongan berbeda yang meninggalkan Yordania melalui penerbangan alternatif via Kairo, Mesir.

KBRI Amman melanjutkan, juga terus telah menyiapkan menu khas Indonesia sebagai permintaan komunikasi dengan rombongan, Rabu Malam termasuk bakal mengirimkan permintaan bantuan obat-obatan kepada rombongan yang masih tertahan. “KBRI masih mencarikan informasi pesawat charter sesuai permintaan mereka,” kata keterangan KBRI Amman.

  • Related Posts

    CALS Nilai MKMK Terapkan Standar Ganda di Kasus Adies Kadir

    PAKAR hukum tata negara dan akademisi yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) menyebut ada standar ganda dalam penanganan laporan dugaan pelanggaran kode etik Adies Kadir oleh Majelis…

    Dipakai Buat Korupsi, KPK Sita 5 Mobil di Kasus Suap Importasi Bea Cukai

    Jakarta – KPK menyita lima unit mobil terkait perkara suap di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Mobil itu disita dari kantor pusat Bea Cukai, Jakarta. “Terkait dengan perkara Bea Cukai,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *