OTT Bupati Pekalongan, Ahmad Luthfi: Ini Jadi Pembelajaran

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi membantah pernyataan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang mengaku sedang bersamanya ketika ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pada Selasa, 3 Maret 2026.

Penangkapan itu merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat Fadia terkait dugaan tindak pidana korupsi. Seusai diamankan, Fadia sempat menyampaikan bahwa sebelum penangkapan ia sedang bersama Gubernur Jawa Tengah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Luthfi membantah klaim tersebut. “Saya malah baru tahunya pas Selasa pagi dari media,” ujar mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah itu dalam keterangan tertulis yang dibagikan tim medianya pada Kamis, 5 Maret 2026.

Meski demikian, Luthfi mengatakan sempat bertemu Fadia pada malam sebelum penangkapan. Pertemuan itu, kata dia, terjadi setelah kegiatan buka bersama dengan sejumlah anggota organisasi kepemudaan Ansor. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima laporan dari beberapa kepala daerah di Jawa Tengah.

“Senin malam itu saya ada acara buka bersama teman-teman Ansor. Setelah itu Bupati Pekalongan, Bupati Tegal, dan Wakil Bupati Purbalingga melaporkan progres program MBG,” ujar Luthfi.

Dalam pertemuan itu, menurut dia, Fadia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa mengikuti rapat koordinasi bersama seorang menteri yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa. Setelah pertemuan selesai, masing-masing pihak kembali ke tempatnya.

Luthfi mengatakan menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan di KPK terkait kasus yang menjerat Fadia. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pejabat publik agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

“Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan prinsip good governance,” kata Luthfi.

Ia juga mengaku telah berulang kali mengingatkan para kepala daerah di wilayah Jawa Tengah untuk menjunjung tinggi integritas dan menghindari pelanggaran hukum. “Kami harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum,” ujarnya.

Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq membantah bahwa ia terjaring operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Fadia mengatakan ia digerebek komisi antirasuah saat sedang bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun, demi Allah enggak ada,” kata Fadia saat hendak menuju mobil tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.

Fadia mengatakan pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah saat itu membahas kehadiran Bupati Pekalongan dalam acara makan bergizi gratis atau MBG. Fadia juga membantah bahwa ada pembahasan dengan Ahmad Luthfi berkaitan dengan izin pengadaan barang dan jasa.

Adapun KPK mengungkapkan Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq ditangkap saat sedang mengisi daya mobil di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di wilayah Semarang, Jawa Tengah pada Selasa, 3 Maret 2026. Komisi antirasuah menyatakan telah mengetahui informasi soal jenis mobil, plat nomor, hingga keberadaan Fadia sebelum akhirnya ditangkap.

“Ketika sampai ke Semarang itu semacam keberuntungan lah, dicari ternyata mobil listrik ada lagi di-charge, lagi di isi. Nah di situ (SPKLU) ketemunya,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu, 4 Maret 2026.

  • Related Posts

    Bareskrim Blokir 40 Rekening Penampung Judi Online Senilai Rp 1,6 M

    Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri memblokir 40 rekening yang menjadi tempat penampungan transaksi judi online (judol). Keberadaan rekening tersebut terdeteksi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi…

    Ketua RT di Jaksel Sebut Warga Mau Adopsi Bayi yang Ditinggal dalam Gerobak

    Jakarta – Sesosok bayi perempuan yang ditinggalkan dalam gerobak nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini dirawat di puskesmas. Ketua RT setempat, Pulung Purwanto, mengatakan kini ada warganya yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *