MPP PKS Minta Prabowo Sampaikan Duka Cita ke Iran

MAJELIS Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) mempertanyakan sikap Presiden Prabowo Subianto yang belum menyampaikan ucapan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Hossaeni Khamenei.

Ketua MPP PKS Mulyanto mengatakan, demi menjaga konsistensi hubungan bilateral antara Jakarta dengan Teheran yang telah berlangsung sejak 1950-an, sebaiknya pemerintah Indonesia segera menyampaikan belasungkawa terhadap Khamenei yang tewas imbas serangan militer AS-Israel, akhir pekan lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pernyataan ini akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan prinsip politik bebas aktif,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Maret 2026.

Dia berpendapat, sebagai negara yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak lama, Iran merupakan salah satu mitra bilateral terlama dan sahabat strategis Indonesia di kawasan Teluk maupun Timur Tengah.

Kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan Iran, dia mengatakan, tidak sebatas berbagi pada aspek politik dan ekonomi. Namun, juga memiliki hubungan kultural dan historis yang panjang. Rekam jejak itu memperkuat fondasi persahabatan kedua negara.

“Dalam momentum duka nasional di Iran, ucapan belasungkawa dari pemerintah Indonesia menjadi bentuk penghormatan atas hubungan yang telah terjalin tujuh dekade lebih,” ujar Mulyanto.

Ia mengingatkan, negara lain di kawasan maupun dunia Islam seperti Malaysia dan Turki telah menyampaikan belasungkawa secara resmi atas tewasnya Khamenei. Kedua negara itu juga menyerukan de-eskalasi dan stabilitas kawasan.

Mulyanto mengatakan, tindakan yang dilakukan Kuala Lumpur dan Ankara membuktikan empati kemanusiaan bukan berarti identik dengan keberpihakan politik. Apalagi, Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara dengan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.

“Ucapan belasungkawa kepada Iran tidak harus dimaknai sebagai dukungan terhadap dinamika konflik yang sedang berlangsung,” ucap Mulyanto.

Sebelumnya, politikus PDIP Mohamad Guntur Romli juga mempertanyakan alasan Prabowo yang belum mengucapkan duka cita atas terbunuhnya Khamenei. Melalui akun media sosial X @GunRomli, ia mengingatkan hubungan diplomatik antara Iran dengan Indonesia.

Ihwal inisiatif Prabowo yang hendak bertolak ke Teheran, Ibu Kota Iran guna menjadi juru runding pihak yang berkonflik, Guntur menilai sikap tersebut sebagai tindakan yang terpuji, sebagai kepedulian untuk perdamaian.

“Tetapi, bagaimana mau jadi juru damai dan mau ke Teheran, mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan,” cuit Guntur dalam akun X @GunRomli, 3 Maret 2026. Guntur telah mengizinkan Tempo mengutip cuitannya itu.

Adapun, pada Sabtu, 28 Februari pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

Dalam serangan rudal AS dan Israel itu, Khamenei dikonfirmasi gugur. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama sepekan menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Pada Ahad, 1 Maret 2026 Iran telah menunjuk pengganti Khamenei. “Presiden, Ketua Pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” kata Wakil Presiden pertama Iran Mohammad Mokhber kepada kantor berita IRNA yang dilansir dari Antara.

  • Related Posts

    Penampakan Gepokan Duit Bakal Disetor ke Tersangka Bupati Pekalongan Fadia

    Jakarta – KPK menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka korupsi usai terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). KPK menampilkan penampakan uang yang akan diberikan kepada Fadia oleh stafnya. Dalam…

    Dorong Bansos Tepat Sasaran, Kemensos-Pemkab Bekasi Sosialisasi DTSEN

    Kabupaten Bekasi – Kementerian Sosial (Kemensos) sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *