BPJS Kesehatan Perkuat Kepercayaan Publik Melalui TANGGAP

INFO TEMPO – BPJS Kesehatan resmi menggelar kick off BPJS Kesehatan TANGGAP (Tangkap Aspirasi Gapai Solusi) sebagai forum strategis untuk menghimpun masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pada Rabu, 4 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem JKN agar semakin berkualitas, responsif, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa mendengar aspirasi menjadi bagian penting dari transformasi mutu layanan JKN yang berfokus pada kemudahan akses, kecepatan pelayanan, dan kesetaraan bagi seluruh peserta. Menurutnya, kebijakan strategis harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Menangkap aspirasi bukan sekadar menerima masukan, tetapi memahami kebutuhan dan arah perubahan. Melalui BPJS Kesehatan Tanggap, setiap aspirasi akan ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang lebih relevan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan JKN,” ujar Pujo.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan terus membuka ruang kolaborasi bagi pemberi kerja, legislatif, pemerintah, fasilitas kesehatan, asosiasi profesi, pakar, akademisi, hingga internal organisasi untuk memperkuat ekosistem JKN. Keterlibatan lintas sektor dinilai krusial dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan peserta serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Keberlanjutan Program JKN hanya dapat dibangun melalui kepercayaan yang lahir dari keterbukaan, konsistensi, serta komitmen untuk terus mendengar dan berbenah demi menghadirkan layanan yang semakin berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat menilai fungsi pengawasan yang efektif harus dilandasi pemahaman mendalam terhadap dinamika di lapangan. Menurutnya, forum ini penting untuk memperkaya analisis sekaligus mempertajam penyusunan arah kebijakan strategis.

“Bersama seluruh jajaran direksi dan dewan pengawas, kami memastikan bahwa penyusunan rencana strategis ini disusun berdasarkan kebutuhan riil, tantangan aktual, serta peluang yang dapat dioptimalkan,” tegas Stevanus.

Apresiasi juga datang dari Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang menilai inisiatif BPJS Kesehatan membuka ruang aspirasi sebagai langkah progresif dalam memperkuat Program JKN. Ia menekankan bahwa kehadiran JKN selaras dengan misi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan produktif.

“Kami berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menaruh fokus terhadap jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi angka kesakitan serta mendukung upaya menciptakan anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan ceria,” tutup Dadan.

Melalui BPJS Kesehatan TANGGAP, diharapkan lahir rekomendasi yang konkret, implementatif, serta berdampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan JKN dan kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.(*)

  • Related Posts

    Culik-Cabuli Siswi SD, Kepala SPPG di Lampung Timur Ditangkap Polisi

    Jakarta – Kepala SPPG di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, berinisial DD (29) ditangkap polisi. Ia ditangkap karena mencabuli seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia sembilan tahun. Dilansir detikSumbagsel, Rabu (4/3/2026),…

    Pemprov DKI Ungkap Penyebab Water Mist Belum Maksimal Tekan Polusi Udara

    Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta mengatakan penggunaan water mist untuk menekan polusi udara di Ibu Kota belum berjalan maksimal. Salah satu kendalanya adalah belum ada payung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *