TIGA berita terpopuler di kanal Nasional Tempo berkaitan dengan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, permintaan maaf Menteri Agama Nasaruddin Umar soal zakat, dan dampak perang Iran dan Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berita pertama berkaitan dengan pernyataan Ketua Ahlulbait Indonesia (ABI) Zahir Yahya mengenai kematian Khamenei. Bagi dia, serangan terhadap Iran merupakan praktik imperialisme modern dalam bentuk nyata.
Kedua, berkaitan dengan permintaan maaf Nasaruddin soal ajakan untuk meninggalkan zakat. Dia bilang zakat tetap merupakan kewajiban individual atau fardhu ‘ain dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.
Terakhir analisis mantan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal dampak ekonomi akibat eskalasi perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran terhadap Indonesia. Dampaknya, kata dia, akan terasa dalam bidang ekonomi seperti harga minyak. Berikut tiga berita nasional terpopuler:
1. Kata Ahlulbait Indonesia soal Kematian Khamenei
Ahlulbait Indonesia (ABI) menyatakan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan seluruh kekuatan yang konsisten menentang hegemoni global. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ABI Zahir Yahya mengatakan kepemimpinan Khamenei merepresentasikan garis perlawanan yang menegaskan kemandirian dan martabat bangsa Iran. Kematian Khamenei sebagai kejahatan politik yang mencederai prinsip kedaulatan negara dan norma dasar kemanusiaan serta agama.
Zahir menyatakan, serangan terhadap pemimpin negara berdaulat sekaligus rujukan keagamaan bagi puluhan juta umat menjadi preseden berbahaya yang menggerus fondasi hukum internasional. Hal tersebut, kata dia, memperlihatkan praktik imperialisme modern dalam bentuk yang nyata.
2. Menag Minta Maaf
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tentang ajakan untuk meninggalkan zakat. Nasaruddin mengakui pernyataan itu menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, zakat tetap merupakan kewajiban individual atau fardhu ‘ain dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.
Menag menjelaskan, pernyataan yang disampaikannya dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah sesungguhnya dimaksudkan sebagai ajakan melakukan reorientasi pengelolaan dana umat. Ia mendorong agar penguatan ekonomi syariah tidak berhenti pada pendekatan zakat semata, tetapi juga mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah.
3. Kata JK soal Dampak Perang AS-Israel dan Iran
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan dampak ekonomi akibat eskalasi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran terhadap Indonesia. JK, begitu ia akrab disapa, mengatakan salah satu dampak yang akan dirasakan Indonesia adalah lonjakan harga minyak.
“Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruhnya terputus,” kata JK kepada awak media di rumah pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad, 1 Maret 2026.
Kemudian, menurut JK, konflik ini juga berdampak pada ratusan ribu warga negara Indonesia di kawasan tersebut. “Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini,” ujarnya.
Selain itu, JK mengatakan bahwa eskalasi perang bisa menyebabkan ekspor dari Indonesia ke negara lain bermasalah dan impor minyak terganggu. Sebab, perang menciptakan ketakutan dan negara-negara lain akan bersiap mengantisipasi konflik.






