TIDAK ada bising petasan yang dimainkan anak-anak setelah ibadah salat tarawih pada Ramadan tahun ini. Anak-anak saat ini cenderung langsung beristirahat menunggu waktu sahur puasa tiba.
“Sebagian ada yang tadarus Al-Quran di mesjid dan tenda lain,” kata Koordinator pengungsi Desa Garoga Yudistira saat dihubungi Tempo, Sabtu, 28 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Desa Garoga di Kecamatan Batang Toru menjadi wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara pada penghujung November tahun lalu. Desa yang dilintasi aliran Sungai Garoga ini, kini rata dengan tanah usai air bah yang membawa kayu gelondongan dari hulu menyapu pelbagai bangunan di area hilir.
Yudistira mengatakan, kendati tempat tinggal mereka lenyap, warga Garoga tetap berikhtiar menjalankan ibadah puasa di tenda pengungsian. Mereka tetap khusyuk menjalankan ibadah di tengah keterbatasan tempat.
Adapun salah satu lokasi yang menjadi tempat pengungsian warga Desa Garoga adalah Desa Batu Hula, sekitar 8 kilometer jaraknya dari Desa Garoga. “Sudah mau 4 bulan kami tinggal di sini,” ujar Yudistira.
Sejak 19 Februari lalu, kata dia, warga Garoga dan Batu Hula terus bergotong royong, termasuk untuk menyiapkan sajian menu buka puasa dan sahur bagi para penyintas bencana Sumatera. “Untuk sahur dan berbuka, semua dimasak di dapur umum,” kata Yudistira.
Pada Kamis, 26 Februari lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan pembangunan ribuan unit hunian sementara, khususnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan akan rampung pada pekan depan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung mengatakan, sesuai perkiraan proyek tersebut akan bisa segera dihuni penyintas. “Bisa dihuni masyarakat saat Idul Fitri nanti,” ujar Basarin.
Dia menjelaskan, di Tapanuli Selatan proyek Huntara meliputi empat kecamatan, yakni di Angkola Selatan 186 unit Huntara telah dihuni, dan di Siporok 118 unit Huntara juga telah dihuni penyintas.
Di Kecamatan Angkola Sangkunur 11 unit Huntara telah rampung dibangun, sedangkan di Batang Tiru proyek terus dilakukan percepatan dengan target 245 unit. “Kami terus kebut pengerjaannya agar bisa dihuni pada Idul Fitri,” kata Basarin.






