INFO TEMPO – Satu tahun pada periode kedua memimpin Kabupaten Balangan, Bupati Abdul Hadi berhasil mencapai sejumlah indikator tata kelola dan pelayanan publik. Pada 2025, Indeks Pelayanan Publik meraih predikat A (Pelayanan Prima) dengan skor 4,57.
“Terbaik se-Kalimantan Selatan dalam penilaian maladministrasi pelayanan publik dengan skor 87,13, serta terbaik dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah,” kata Bupati Abdul Hadi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di bawah kepemimpinannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Balangan meningkat dari 73,83 menjadi 74,78, serta angka kemiskinan turun dari 4,87 pada 2024 menjadi 4,64 di 2025. “Alhamdulillah, apa yang kami lakukan, program-program dikemas dalam bentuk inovasi, sehingga masyarakat Kabupaten Balangan, khususnya dalam pelayanan publik itu benar-benar dimanjakan oleh pemerintah daerah servis terbaik,” ujarnya.
Bupati Abdul Hadi menjelaskan, salah satu inovasinya untuk pertumbuhan ekonomi yakni Sanggam Babungas Sanggam Bakabun (Bahutang Kada Babunga). Ini adalah pemberian kredit pembiayaan dengan bunga nol persen dan tanpa biaya administrasi untuk membantu pelaku UMKM. Program unggulan Kabupaten Balangan ini bekerja sama dengan Bank Kalsel.
“Inovasi ini hanya ada di Kabupaten Balangan. Jadi dalam program ini kami memberikan bantuan kepada UMKM,” katanya. Pendanaannya bukan dari APBD, melainkan CSR Bank Kalsel.”
Program lainnya yang juga dari CSR yakni Kartu Balangan Pintar atau bantuan biaya pendidikan untuk siswa kurang mampu tingkat SD hingga SMP. Program yang bertujuan mencegah putus sekolah ini menyediakan perlengkapan sekolah, seperti tas, alat tulis, seragam.
Bupati Abdul Hadi pun menyelaraskan kebijakannya dengan Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto. Misalnya, dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting, Bupati Abdul Hadi memiliki program bedah rumah, pemberian bantuan, dan pelatihan.
“Pengendalian inflasi juga kami lakukan melalui pasar murah sampai ke tingkat desa, sehingga inflasi benar-benar terjaga,” ujarnya. “Kami selalu sinkronisasi program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Kabupaten Balangan.”
Dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Balangan memiliki program Seribu Sarjana serta Pelatihan Pelatihan Kerja berbasis kompetensi dan vokasi, untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Balangan. Tahun ini yang merasakan manfaat Seribu Sarjana mencapai lebih dari 4.000 siswa.
Pencapaian tersebut bukan tanpa aral melintang. Bupati Abdul Hadi menghadapi tantangan dari masyarakat yang kurang antusias dengan program pemerintah. “Masih ada yang menganggap kalau anak-anak kuliah, pemerintah daerah sanggup tidak menyediakan lapangan pekerjaannya?” tuturnya. “Tetapi kami berpikir, kalau anak-anak sekolah sampai sarjana, tentu pola pikirnya akan berbeda dan dengan ilmunya mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi wirausaha.”
Lambat laun masyarakat memahami dan menerima berbagai program pemerintah dengan baik. Bupati Abdul Hadi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Balangan untuk menyatukan langkah, tekad, dan berjalan bersama untuk membawa Kabupaten Balangan lebih maju dan sejahtera. “Sehingga kita bisa sejajar dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Berkat beragam inovasi Bupati Abdul Hadi, Kabupaten Balangan meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tertinggi Nasional pada Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini menegaskan posisi Kabupaten Balangan sebagai percontohan inovasi daerah dan dominasinya di tingkat regional Kalimantan-Sulawesi. (*)






