Neo-Nazi dan White Supremacy Sasar Anak-anak Jadi Atensi Kapolri

Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat mengatensi kemunculan paham neo-nazi dan white supremacy. Sebab, para penyebar paham radikal itu menyasar anak-anak sebagai targetnya.

“Beberapa waktu yang lalu Densus mendapatkan temuan bahwa ada paham radikal baru namanya natural selection, neo-nazi, dan white supremacy yang targetnya adalah anak-anak di bawah umur,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya saat pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paham radikal ini secara sederhananya yaitu memandang ras tertentu lebih baik dibandingkan yang lainnya. Maka dari itu, Jenderal Sigit berpesan kepada para peserta yang hadir untuk memantau kondisi keluarga terdekatnya agar tidak terpapar.

“Jadi tolong ini saya titipkan kepada kita yang tentunya juga di samping ada yang bujangan, saya yakin juga ada yang sudah punya keluarga,” ucap Kapolri.

“Tolong dicek ketika anak kita kemudian mulai ada perilaku yang mencurigakan, banyak menyendiri, kurang berkomunikasi dengan keluarga, tolong itu digali, diajak komunikasi,” tambahnya.

70 Anak Terpapar Paham Kekerasan Ekstrem

Untuk diketahui, Densus 88 Antiteror Polri diketahui menemukan adanya komunitas media sosial terkait penyebaran ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community. Densus menemukan setidaknya 70 anak terpapar ideologi kekerasan ekstrem tersebut.

“Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh pendiri, organisasi, maupun institusi. Tetapi dia tumbuh secara sporadis seiring dengan perkembangan media digital yang merupakan pertemuan antara minat seseorang terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital yang transnasional,” kata Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1).

Meski begitu Mayndra tidak membeberkan detail jumlah grup media sosial yang dimaksudnya. Dia hanya menampilkan sejumlah nama grup yang terafiliasi jaringan TCC, mulai dari FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn (True Crime Community), hingga Anarko Libertarian.

Mayndra menyebut setidaknya ada 70 anak di Indonesia yang menjadi member grup itu. Ke-70 anak itu tersebar pada 19 provinsi dan paling banyak berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Adapun rinciannya sebagai berikut: DKI Jakarta 15 anak, Jawa Barat 12 anak, Jawa Timur 11 anak, Lampung 1 anak, Jawa Tengah 9 anak, DIY 1 anak, Bali 2 anak, NTT 1 anak, Aceh 1 anak, Sumut 1 anak, Kepri 1 anak, Riau 1 anak, Sumsel 2 anak, Banten 2 anak, Kalbar 2 anak, Kalteng 2 anak, Kalsel 3 anak, Sulteng 1 anak, dan Sultra 2 anak.

(fas/ygs)

  • Related Posts

    Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Pelindo Gelar Safety Forum di Jakarta

    INFO NASIONAL – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menyelenggarakan Safety Forum, di Pelindo Tower, Jakarta Utara, 10–11 Februari 2026.…

    Polisi Tangkap Pria Viral Curi Besi Jembatan di Sunter Jakut

    Jakarta – Aksi pencurian besi sebuah jembatan kawasan Sunter, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos). Usai viral, pelaku ditangkap pihak kepolisian. Dalam video viral yang dilihat, Jumat (13/2/2026), tampak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *