Trenggono Laporkan Pembangunan Kampung Nelayan ke Prabowo

MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melaporkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 12 Februari 2026. Trenggono mengatakan saat ini pembangunan kampung nelayan itu masih tahap pertama.

“Progres sudah 50 persen dari tahap satu dan mudah-mudahan bisa segera selesai di Februari,” kata Trenggono seusai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Trenggono juga membahas program lain dengan Prabowo, salah satunya pembuatan tambak. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang membangun tambak udang seluas 2.150 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 7,2 triliun di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain Trenggono, Prabowo juga memanggil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. Presiden, kata Budiman, meminta BP Taskin untuk mengintegrasikan program-program strategis pemerintah, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih.

Budiman mengatakan Prabowo ingin agar program kampung nelayan dapat saling menyangga dengan kegiatan lain, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan program perumahan. “Kemudian program-program yang lain supaya bisa berbicara satu sama lain sebagai satu ekosistem,” kata mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Penguatan ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu topik pembahasan utama Presiden Prabowo dalam rapat di Istana Kepresidenan, hari ini. Presiden turut mengundang Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara atau BP BUMN Dony Oskaria untuk membahas program tersebut.

Menurut Dony, kampung nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). “Jadi, ini memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari laut sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan,” kata Dony seusai rapat dengan Prabowo.

Dony berujar, program kampung nelayan tidak berhenti dalam pembangunan fisik, tetapi juga berlanjut secara bisnis. Salah satunya dengan mempersiapkan offtaker hasil produksi perikanan.

  • Related Posts

    KPK Telusuri Asal Usul Temuan USD 50 Ribu Saat Geledah PN Depok

    Jakarta – KPK telah menggeledah kantor Pengadilan Negeri (PN) Depok, rumah dinas Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan terkait suap pengurusan sengketa…

    Jalan Rusak di Ciputat Bikin Pemotor Jatuh, Polisi Pasang Traffic Cone

    Jakarta – Kondisi jalan IR Juanda, tepatnya di dekat flyover Ciputat, memprihatinkan. Banyak lubang berada di sepanjang jalan tersebut. Sejumlah pengendara motor juga dilaporkan mengalami kecelakaan akibat jalan yang berlubang.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *