MenPANRB Klaim Pelatihan Komcad ASN Bukan Militerisasi Sipil

SEBANYAK 4 ribu aparatur sipil negara (ASN) akan mendapat pelatihan komponen cadangan (komcad) selama dua hingga tiga bulan pada April mendatang. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengklaim pelatihan tersebut bukanlah upaya militerisasi sipil.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Melainkan bagian dari sistem pertahanan negara yang bersifat cadangan,” kata Rini ketika dihubungi pada Kamis, 12 Februari 2026.

Mobilisasi ASN yang sudah mengikuti pelatihan komcad, kata dia, juga hanya dilakukan di kondisi darurat. Ini meliputi kondisi ketika negara menghadapi perang ataupun dilanda bencana alam.

Dia mengatakan sudah ada peraturan perihal mobilisasi warga negara, termasuk ASN dalam rangka bela negara tersebut. “Hanya dapat dilakukan oleh presiden dengan persetujuan DPR, sehingga memiliki mekanisme pengawasan konstitusional yang jelas,” ucapnya.

Setali tiga uang, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengklaim agenda pelatihan komcad bagi ASN ini tidak akan bertentangan dan menghalangi tugas utama di masing-masing instansi.

“Pelatihan komponen cadangan jadi salah satu bentuk kesemestaan pertahanan,” ujarnya ditemui di kompleks DPR, Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kesemestaan, ujar dia, berarti melibatkan seluruh komponen bangsa untuk urusan pertahanan negara, tak terkecuali bagi ASN. Pelatihan komponen cadangan untuk ASN dibagi menjadi beberapa tahap. Pesertanya berasal dari seluruh kementerian dan lembaga, yang bersifat sukarela.

Adapun rencana pelatihan komponen cadangan untuk ASN pernah disampaikan oleh Sjafrie Sjamsoeddin. Menteri Pertahanan itu menjelaskan, pelibatan ASN sebagai komponen cadangan bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam mengabdi kepada negara.

Program ini menyasar ASN yang berada di lingkungan kementerian dan lembaga pusat. Dia menyebutkan ASN berusia 18-35 tahun akan diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dasar militer.

  • Related Posts

    Tatreez di Madrid: Menjahit budaya dan perlawanan

    Tatreez di Madrid: Menjahit budaya dan perlawanan Umpan Berita Seorang pengungsi Palestina mengajar sulaman tradisional ‘tatreez’ di Madrid, membantu melestarikan warisan budaya. Diterbitkan Pada 30 Maret 2026

    Ahli di Sidang LNG Jelaskan soal Beda Kerugian Negara-Kekurangan Keuntungan

    Jakarta – Ahli hukum pidana dari Universitas Pancasila, Prof Agus Surono, hadir dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair. Agus menjelaskan soal beda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *