Gibran Rakabuming Raka menjadi figur calon wakil presiden dengan torehan elektabilitas tertinggi untuk berlaga pada pilpres 2029. Gibran unggul atas belasan nama lain yang masuk daftar survei lembaga konsultan kebijakan publik, politik, dan manajemen bisnis Indekstat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab, mengatakan survei bursa cawapres ini dilakukan secara terbuka dengan pertanyaan responden ‘Jika pilpres dilakukan hari ini, siapakah yang akan Anda pilih sebagai wakil presiden?
“Hasilnya, figur cawapres dengan elektabilitas tertinggi adalah Gibran Rakabuming Raka yang meraih 21,1 persen,” kata Saiful dalam Telekonferensi di kanal YouTube @indekstat, Kamis, 12 Februari 2026.
Dia melanjutkan, di urutan kedua terdapat nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meraih elektabilitas 16,9 persen, diikuti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di urutan ketiga dengan 11,5 persen.
Di urutan keempat, kata dia, bertengger nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menorehkan elektabilitas 6,6 persen. Kemudian, Anies Baswedan di urutan ketujuh dengan 4,3 persen dan mantan cawapres Mahfud Md. di urutan kedelapan dengan 3,3 persen.
Selanjutnya, Saiful menuturkan, terdapat nama mantan Panglima TNI Andika Perkasa di urutan kesembilan dengan 2,4 persen, disusul mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 2,3 persen diurutan kesepuluh, dan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di urutan ke sebelas dengan 1,9 persen.
“Urutan ke 12 ada nama mantan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan 1,7 persen,” ujar dia.
Lalu, di urutan 13 ada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang meraih elektabilitas 1,1 persen diikuti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di urutan 14 dengan 0,6 persen, dan Gubernur Jakarta Pramono Anung dengan 0,5 persen di urutan 15.
“Urutan 15-18 ada Gubernur Maluku Sherly Tjoanda dengan 0,2 persen dan politikus PKS Salim Segaf Al Jufri serta Almuzammil Yusuf dengan 0,0 persen,” ucap Saiful.
Adapun survei Indekstat dilakukan pada periode 11-25 Januari 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden yang terdiri dari warga negara Indonesia di 38 provinsi dengan syarat usia minimal 17 tahun ke atas, serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029.
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam survei ini ialah tatap muka dengan melibatkan enumerator terlatih, serta menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Sebelumnya, Sigi yang dirilis lembaga survey IndexPolitica Indonesia pada 29 Oktober 2025 mencatatkan nama mantan Wali Kota Solo ini di urutan keempat bursa calon wakil presiden Pemilu 2029
Gibran meraih elektabilitas 12,35 persen atau terpaut jauh dari Purbaya yang berada di urutan pertama dengan 28,65 persen. Sigi ini juga mencatatkan nama Dedi Mulyadi sebagai figur dengan torehan elektabilitas tertinggi kedua dengan 20,15 persen.
Di urutan ketiga, bertengger nama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat AHY yang meraih 15,75 persen. Di bawah Gibran tertera nama Erick Thohir yang meraih 5,14 persen dan Pramono Anung dengan 3,30 persen.






