BANJIR melanda Jalan Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Hujan deras yang terjadi Rabu sore 11 Februari 2026 hingga petang membuat jalan yang sering digunakan iring-iringan kendaraan VIP Presiden Prabowo Subianto itu tergenang air dari 60 hingga 200 sentimeter. Derasnya arus air, satu unit minibus terseret arus dan ringsek. Selain itu, banjir juga merendam seratusan rumah di lima Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut.
“Disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga mengakibatkan air dari anak kali perumahan meluap dengan membawa material lumpur dan batu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani. Rabu malam, 11 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adam menjelaskan, luapan air dari anak kali yang membawa material dan lumpur tersebut juga berdampak pada jalan tergenang air yang bercampur lumpur dan bebatuan. Kuatnya arus banjir menyeret satu unit mobil yang sedang terparkir di jalan sehingga mengalami kerusakan.
“Namun, saat ini banjir di wilayah tersebut sudah berangsur-angsur surut. Satu unit kendaraan roda empat terbawa arus banjir namun sudah dievakuasi,” kata Adam.
Laporan di lapangan BPBD kabupaten Bogor mencatat, banjir menggenangi Jalan Cijayanti tepatnya di jalan depan perumahan Sanctuary atau Jembatan Cijayanti. Banjir juga merendam pemukiman warga di kampung Cicerewed dari RT 1-5 di RW 1, RT 1, 3 dan 8 di RW 2 dan RT 1 dan 3 di RW 6 dengan jumlah kurang lebih 144 rumah, delapan rumah di antaranya mengalami kerusakan sedang hingga berat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Warga Cijayanti Dede Raditya mengatakan, kampungnya menjadi langganan kena banjir sejak akhir tahun 2019. Menurut Dede, hal tersebut terjadi setelah persawahan dan perkebunan berubah menjadi perumahan.
“Dulu ketika sawah kadang perkebunan masih ada, aman tuh nggak pernah banjir,” kata Dede.






