Pastor di Timika Tolak Beri Testimoni Satgas Damai Cartenz

PASTOR Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat, menekankan posisi netral Gereja Katolik berkaitan dengan konflik di Papua. Hal ini sebagai respons terhadap permintaan testimoni dukungan gereja yang diajukan Satuan Tugas Satgas Damai Cartenz.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari mimbar Gereja pada Minggu, 8 Februari 2026, Amandus menyampaikan bahwa dirinya mendapat pesan WhatsApp dari seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Bripda Irgi. Anggota polisi itu mengaku ditugaskan di Timika dalam Satgas Damai Cartenz. 

Amandus mengatakan, Bripda Irgi meminta testimoni, pendapat, dan seruan untuk membawa pesan kedamaian di wilayah Papua serta dukungan untuk Satgas Damai Cartenz dalam melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata. Anggota polisi itu, kata Amandus, menyatakan sudah menyiapkan naskah testimoni untuk dibacakan oleh sang Pastor.

“SMS ini membuktikan bahwa Anda tidak mengerti apa-apa. Gereja punya posisi tidak memilih OPM (Organisasi Papua Merdeka), tidak memilih kepolisan. Gereja berada di tengah-tengah,” ucap Amandus dikutip dari video yang diunggah pada akun YouTube Multimedia Tiga Raja Timika. 

Amandus menolak permintaan itu lantaran naskah sudah disiapkan sepihak. “Seakan-akan Anda memaksa Gereja mengikuti apa yang Anda mau. Maaf, tidak,” ujar Amandus.

Lebih lanjut, Amandus menyatakan pemberian testimoni atas nama institusi gereja memiliki hierarkinya tersendiri. Seorang pastor paroki, kata dia, tidak memiliki kewenangan memberikan testimoni tanpa persetujuan pimpinan keuskupan.

Dia lantas meminta aparat hukum untuk mengikuti prosedur yang berlaku dengan menghubungi kantor keuskupan secara langsung. 

Di sisi lain, Amandus juga menyinggung khotbah yang pernah disampaikan Gereja pada 4 Januari 2026 lalu. Pastor Amandus menekankan, persoalan Papua harus diselesaikan dari akarnya.

“Gereja bukan pemadam kebakaran. Dan para polisi, Anda dengar, Anda bukan pemadam kebakaran. Masalah ini ada akarnya, maka mari kita selesaikan dari akar,” ucap Amandus.

Tempo telah menghubungi Kepala Operasi Satuan Tugas Damai Cartenz Brigadir Jenderal Faizal Rahmadani untuk meminta konfirmasi dan tanggapan. Namun, hingga berita ini ditulis Faizal tak kunjung merespons. 

  • Related Posts

    Daftar Diskon Tiket Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026

    Jakarta – Pemerintah menghadirkan program Diskon Tiket Transportasi Nasional untuk periode mudik Lebaran 2026. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses perjalanan, mendukung kelancaran mobilitas antarwilayah, serta menghadirkan perjalanan mudik yang lebih…

    Kemenkes: 70 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Mayoritas Idap Hipertensi

    Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil evaluasi setahun berjalannya program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari total 70 juta penduduk yang telah mengakses layanan ini di tahun 2025, mayoritas ditemukan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *