WAKIL Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, dimakamkan secara kenegaraan pada Ahad, 8 Februari 2026. Benny meninggal pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dikutip Tempo dari keterangan tertulis yang diterima dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Klaten, upacara pemakaman mendiang Benny Indra Ardhianto dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta pimpinan daerah se-eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya. Hadir di antaranya Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Bupati Karanganyar Rober Christanto.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sejumlah tokoh Kabupaten Klaten juga turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Benny, di antaranya Bupati Klaten periode 2021–2025 Sri Mulyani, Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko, Komandan Kodim 0723/Klaten Letnan Kolonel Slamet Hardianto, Kepala Kepolisian Resor Klaten Ajun Komisaris Besar Polisi Faruk Rozi, serta mantan Kepala Kepolisian Resor Klaten Ajun Komisaris Besar Polisi Nur Cahyo Ari Prasetyo.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya Benny. Ia menyampaikan bahwa Jawa Tengah kehilangan salah satu putra terbaiknya.
“Saya merasa kehilangan. Jawa Tengah kehilangan putra terbaiknya, sosok pimpinan muda yang berjuang memajukan daerahnya,” kata Luthfi.
Jenazah Benny kemudian dilepas secara kenegaraan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menuju pemakaman di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi turut menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam atas kepergian Benny. Respati bersama istrinya, Venessa Winastesia, bertakziah ke rumah duka di Delanggu, Klaten, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Respati mengenang almarhum Benny sebagai sahabat sekaligus saudara yang kerap berbagi cerita dengannya. Menurutnya, Benny merupakan sosok pemimpin muda yang pekerja keras dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Kabar kepergian Benny, lanjut Respati, bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Klaten, tetapi juga bagi pemerintah daerah lainnya.
“Saya secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sahabat dan saudara saya, Benny. Saya dekat dengan almarhum, baik dalam pemerintahan maupun organisasi partai, sehingga kepergian ini sangat berat bagi saya,” ujar Respati kepada wartawan di Solo, Ahad, 8 Februari 2026.
Respati juga mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. “Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan, serta kita semua dapat melanjutkan perjuangan almarhum,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra Kota Surakarta, Ardianto Kuswinarno juga mengemukakan rasa kehilangan atas meninggalnya Benny. Menurut Ardianto, mendiang Benny dikenalnya sebagai sosok muda yang berdedikasi tinggi, cerdas, loyal, dan memiliki visi besar untuk partai.
“Dia sangat luar biasa. Anak muda yang punya garis besar ke depan yang sangat bagus untuk partai Gerindra. Sayangnya, takdir berkata lain,” kata Ardianto.
Ardianto mengaku kenal dekat dengan Benny dan keluarga, terutama ayah Benny, Hariyanto yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Klaten sekaligus Wakil Ketua DPRD Klaten dari Gerindra. Dia menilai, meski ayah Benny aktif di DPRD Kabupaten Klaten, almarhum tetap menunjukkan loyalitas tinggi terhadap partai. “Saya sering bertemu beliau maupun bapaknya dalam berbagai pengurusan partai. Anak itu orangnya baik, cerdas, dan sangat loyal,” ujarnya.
Benny Indra Ardhianto meninggal pada Sabtu, 7 Februari 2026. Menurut informasi dari Pelaksana Tugas Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Klaten, Rizqan Iryawan, sebelum meninggal dunia Benny sempat menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama sekitar dua pekan karena sakit.






