Banjir Masih Genangi 17 RT serta Ruas Jalan di Jakarta

SEBANYAK 17 Rukun Tetangga (RT) terendam banjir di Jakarta pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu, 28 Januari 2026. Genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah sungai.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta Mohamad Yohan mengatakan genangan dipicu oleh hujan berintensitas tinggi serta meluapnya aliran sungai. “Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung serta Kali Pesanggrahan,” kata Yohan dalam keterangan resmi, Kamis, 29 Januari 2026.

Peningkatan debit air terpantau sejak Rabu pagi. Bendung Katulampa dan Pos Sunter Hulu berstatus waspada atau siaga 3 pada Rabu pukul 06.00 WIB. Status serupa menyusul di Pos Pesanggrahan pada pukul 17.00 WIB dan Pos Angke Hulu pada pukul 19.00 WIB.

Memasuki Kamis dinihari, Pintu Air Manggarai berstatus siaga 3 pada pukul 01.00 WIB, disusul Pintu Air Karet pada pukul 03.00 WIB, serta kembali terpantau siaga 3 di Pos Pesanggrahan pada pukul 04.00 WIB.

BPBD mencatat banjir terjadi di dua wilayah administrasi. Di Jakarta Timur, genangan melanda 14 RT yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina sebanyak 4 RT, Kampung Melayu 4 RT, Cawang 5 RT, dan Cililitan 1 RT. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 110 hingga 150 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.

Sementara itu, di Jakarta Barat banjir merendam 3 RT di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Genangan di wilayah tersebut dipicu curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan. Adapun genangan di Kelurahan Rawajati sebanyak 1 RT dan Pejaten Timur 3 RT dilaporkan telah surut.

Selain permukiman, genangan juga terjadi di dua ruas jalan. Jalan Raden Inten II di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, tergenang setinggi 25 sentimeter. Sementara Jalan Cileduk Raya di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, tergenang hingga 10 sentimeter.

BPBD Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi. BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat.

  • Related Posts

    Hujan-Angin Kencang Bikin Rumah di Bogor Ambruk, Penghuni Mengungsi

    Jakarta – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah warga ambruk di Cibinong, Kabupaten Bogor. Penghuni mengungsi sementara karena rumah tidak bisa ditempati. “Dikarenakan hujan deras dengan durasi yang lama…

    Menag: Pembentukan Ditjen Pesantren Butuh Rp 12,6 Triliun

    MENTERI Agama Nasaruddin Umar melaporkan ke Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat bahwa kebutuhan anggaran pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren mencapai Rp 12,6 triliun. Nasaruddin mengatakan anggaran awal itu diperlukan untuk mendukung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *