Respons Pemerintah Cianjur Setelah Kasus Keracunan MBG

KASUS keracunan menu makan bergizi gratis atau MBG kembali terjadi. Kali ini menimpa puluhan anak di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur, yaitu Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara pada Selasa, 27 Januari 2026.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. 

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, hingga saat ini sejumlah pasien masih menjalani penanganan oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan dilakukan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan yang dikonsumsi. 

“Ada beberapa pasien yang diduga mengalami keracunan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan,” ujar Wahyu kepada wartawan di Puskesmas Cikalongkulon, Cianjur, Selasa 27 Januari 2026 malam. 

Wahyu menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan karena jenis makanan yang dikonsumsi para pasien tidak sepenuhnya sama. “Konsumsi makanan yang dilaporkan bervariasi, ada yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan, ada pula yang mengonsumsi makanan lain,” kata dia. 

Berdasarkan laporan para camat, dikatakan Wahyu, total warga yang dilaporkan mengalami gejala mencapai sekitar 273 orang. Namun secara umum, kondisi pasien dilaporkan berangsur membaik dan sebagian sudah dipulangkan dari fasilitas kesehatan. 

“Laporan terakhir, terdapat sekitar 12 pasien di Kecamatan Kadupandak dan dua pasien di Kecamatan Sukanagara yang masih dalam pemantauan di puskesmas dan RSUD Pagelaran,” kata Wahyu. 

Di Kecamatan Cikalongkulon, data terakhir hingga pukul 21.00 WIB mencatat 202 orang ditangani di Puskesmas Cijagang dan 23 orang di Puskesmas Cikalongkulon. Dari jumlah tersebut, tujuh pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

“Lima orang dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur dan 2 orang dirujuk ke RS Dr Hafiz Cianjur,” kata Wahyu. 

Sementara itu, di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, berdasarkan laporan terakhir tercatat ada 46 siswa SD mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG. Dua belas siswa dirujuk ke RSUD Pagelaran, sedangkan sisanya dirawat di Puskesmas Kadupandak. 

Adapun di Kecamatan Sukanagara, dua siswa kelas 5 SDN Sukarame dirawat di Puskesmas Sukanagara setelah mengeluh mual dan pusing. Sampel makanan dari sekolah tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi untuk pemeriksaan. 

Wahyu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG dan PPG di daerah. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar dia.  

  • Related Posts

    Lokasi dan Rute KRL Stasiun Jatake Tangerang, Resmi Beroperasi!

    Jakarta – Stasiun Jatake yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, telah resmi beroperasi hari ini. Stasiun KRL Commuter Line baru yang dibangun sejak Januari 2024 ini siap melayani rute…

    Atalia Soroti Angka Pernikahan Turun: Saya Bukan Contoh Ya

    Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya menyoroti tren menurunnya angka pernikahan di Indonesia. Atalia mengatakan pengalamannya tak bisa dijadikan contoh. Hal itu disampaikan Atalia saat rapat kerja Komisi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *