Barbuk Diamankan di Apartemen Lula Lahfah Diteliti Labfor, CCTV Ikut Disisir

Jakarta

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari salah satu unit di apartemen Jakarta Selatan (Jaksel) tempat selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia. Saat ini barang bukti tersebut sedang diteliti laboratorium forensik (forensik).

“Kami juga mengirim beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian peristiwa. Ini juga masih dalam proses pengolahan uji barang bukti oleh laboratorium forensik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Budi Hermanto menyentuh pihaknya juga masih menunggu hasil penelitian Labfor. Selain itu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pasti kematian Lula Lahfah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada manajernya kita juga harus melakukan pemeriksaan, tidak ada maksud lain kita ingin melihat secara runtun. Kami juga pada saat nanti konferensi pers setelah semuanya terkumpulkan kami akan sampaikan termasuk science crime kedatangan kegiatan didukung dari CCTV yang ada, yang sudah kami rangkum,” jelasnya.

Budi menambahkan hingga kini total 10 orang saksi sudah dimintai keterangan, mulai adalah asisten rumah tangga (ART), sopir, teknisi apartemen, hingga kekasih Lula, Reza Arap. Polisi juga memeriksa dokter yang melakukan visum jenazah Lula Lahfah.

Seperti diketahui, Lula ditemukan meninggal di kamar apartemennya pada Jumat (23/1) malam, dalam posisi telentang di kasur berselimut putih, memakai kaus putih dan celana pendek warna hitam. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Lula.

Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya menemukan obat dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen selebgram Lula Lahfah di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru. Obat dan surat jalan itu ditemukan di dalam apartemen Lula pada Jumat (23/1) malam, pukul 18.44 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan proses penyelidikan saat ini masih berjalan. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium dari tiap bukti yang ditemukan untuk menentukan arah penyelidikan kasus tersebut.

“Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” kata Budi, Minggu (25/1).

(wnv/yld)

  • Related Posts

    Buruh Demo Lagi, Pramono: UMP Jakarta Sudah Disepakati Buruh-Pengusaha

    Jakarta – Massa buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono…

    Pramono Minta Dishub Gandeng KKP Atur Lalu Lintas Kapal di Muara Angke

    Jakarta – Kepadatan lalu lintas kapal nelayan terjadi di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatasi masalah tersebut. Dilihat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *