Prabowo Bicara Indonesia Bangsa Paling Bahagia di WEF

PRESIDEN Prabowo Subianto membicarakan survei dari Gallup Poll dan Harvard University saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF). Menurut Prabowo, survei itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling bahagia dan paling berkembang di dunia.

Prabowo mengatakan dirinya tidak menyangka hasil survei tersebut menempatkan Indonesia di peringkat satu. “Saya sendiri terkejut, Gallup Poll dan Harvard University menemukan, melalui survei penelitian terhadap ratusan negara, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa paling bahagia, paling berkembang di dunia,” kata Prabowo yang berpidato dalam bahasa Inggris di Davos, Swis pada Kamis, 22 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo berujar survei itu juga menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling optimistis. Meski senang melihat hasil survei itu, Prabowo berujar dirinya juga merasa sedih.

Prabowo mengatakan sedih karena masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya melarat. “Banyak dari mereka tinggal di gubuk. Banyak dari mereka tidak punya air bersih. Banyak dari mereka tidak punya kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam. Namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan,” tutur dia.

Prabowo pun mengungkapkan niatnya untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia. Dia berujar ingin mencapai swasembada pangan untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia.

Menurut Prabowo, Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025. Dia berkata ingin agar swasembada pangan lainnya, seperti jagung, gula, dan protein, bisa tercapai dalam waktu empat tahun ke depan.

Studi yang dirujuk Prabowo di WEF merupakan hasil survei Global Flourishing Study yang diriset secara kolaboratif oleh Harvard University, Baylor University, dan Gallup Poll. Kajian itu dirilis jurnal Nature Mental Health pada 30 April 2025.

Riset ini melibatkan sekitar 203 ribu responden dari 22 negara di 6 benua. Para peneliti berupaya mengetahui tingkat perkembangan atau kesejahteraan masyarakat di berbagai negara. Mereka menggunakan istilah most flourishing atau paling berkembang untuk mendefinisikan negara-negara dengan hasil survei tertinggi.

Tim periset memiliki sejumlah indikator penilaian. Di antaranya aspek spiritualitas, kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, relasi sosial, hingga ketahanan finansial. Hasilnya, jawaban orang-orang yang tinggal di Indonesia menunjukkan merekalah yang paling berkembang berdasarkan indikator tersebut. Indonesia diikuti oleh Israel, Filipina, dan Meksiko.

Pidato Prabowo di WEF berlangsung selama sekitar 40 menit. Dalam sambutan khususnya itu, Prabowo berbagi panggung dengan Presiden sekaligus Chief Executive Officer WEF, Børge Brende.

Dalam forum WEF tahun ini, pemimpin negara dan tokoh dunia lain juga menyampaikan pidato secara khusus. Selain Prabowo, panggung WEF juga memberikan kesempatan kepada para kepala negara seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, hingga Presiden Argentina Javier Milei.

  • Related Posts

    Golkar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Ini Alasannya

    Jakarta – Partai Golkar mendukung sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Alasannya, karena menurut Golkar, Pilkada secara secara langsung memakan biaya yang besar. “Fraksi Partai Golkar dalam Rapimnas yang…

    Komisi I DPR Dukung Prabowo Teken Piagam Gabung Dewan Perdamaian

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meneken piagam Dewan Perdamaian sekaligus menandakan resminya Indonesia bergabung badan yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *