Banjir Melanda Jakarta, Hujan Tak Juga Mereda

Jakarta

Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Banjir terjadi usai hujan yang mengguyur Jakarta tak kunjung reda dari dini hari hingga sore.

Dirangkum detikcom, Kamis (22/1/2026), banjir terjadi di 45 RT dan 22 ruas jalan di Jakarta. Jumlah itu merupakan data dari BPBD DKI Jakarta hingga pukul 15.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pihaknya menambah operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi dua kali sehari. Hal itu dilakukan demi menurunkan intensitas hujan di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tadi pagi kami menerbangkan untuk OMC untuk modifikasi kembali jadi untuk Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat BMKG karena memang hari ini seharusnya kalau tidak ada modifikasi cuaca pasti tadi masih hujan, tapi dari jam 7.30 tadi kami sudah melakukan modifikasi cuaca,” kata Pramono.

Dia berharap modifikasi cuaca dapat mengurangi curah hujan di Jakarta. Apalagi, katanya, BMKG memprediksi hujan di Jakarta akan turun nonstop stop selama 8 jam.

“Dalam hari ini kita akan menerbangkan dua kali jadi Jakarta juga mudah-mudahan curah hujannya tidak seperti yang diprediksi oleh BMKG karena panjang diperkirakan 8 jam hujannya, mudah-mudahan ya hujan, tapi tetap bisa dimonitor,” ucapnya.

Dia mengatakan Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca di daerah sekitar DKI. Dia berharap modifikasi cuaca tak fokus di Jakarta saja.

“Kami minta BMKG juga tidak hanya fokus Jakarta, tapi wilayah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jakarta fokus di dalam wilayah, BMKG di luar Jakarta,” ucapnya.

Hujan Ekstrem Diprediksi Masih Terjadi

Warga Jakarta diimbau tetap mewaspadai cuaca ekstrem. BPBD DKI Jakarta mengatakan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Jumat (23/1).

“Periode tanggal 22-23 Januari 2026 hujan dengan intensitas SANGAT LEBAT – EKSTREM (AWAS),” kata BPBD DKI Jakarta di akun Instagram @bpbddkijakarta seperti dilihat detikcom, Kamis (22/1).

Pada Sabtu (24/1), Jakarta berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat atau berstatus siaga. BPBD DKI meminta warga tetap waspada dan segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan bantuan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” katanya.

Prabowo Pantau Banjir di Jakarta dari Swiss

Banjir di Jakarta ini juga disorot oleh Presiden Prabowo Subianto. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo yang masih melakukan kunjungan kerja di Swiss memantau dampak banjir dan memerintahkan pembentukan tim untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Dia mengatakan Prabowo memerintahkan jajarannya membuat tim kajian untuk membuat desain besar permasalahan banjir khususnya di Jawa. Dia mengatakan permasalahan banjir terus berulang di Jawa.

“Termasuk kemudian di dalam komunikasi itu Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, terutama khususnya di Pulau Jawa karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dia mengatakan Prabowo ingin penanganan banjir terintegrasi dari hulu ke hilir. Dia mencontohkan laporan Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam waktu satu minggu terakhir ada 16 titik banjir yang sekarang bertambah menjadi 17 dan telah mengganggu perjalanan kereta api.

“Satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat,” ucap Pras.

Prasetyo mengatakan curah hujan tinggi pada Januari bukan menjadi faktor utama penyebab banjir. Dia menduga ada faktor lain seperti perubahan tata ruang serta pendangkalan sungai yang mempengaruhi banjir.

“Jadi perhatian Bapak Presiden bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir termasuk dengan tim Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek giant sea wall. Gerak-gerak itu,” ucapnya.

Dia juga menyoroti berkurangnya jumlah situ di Jabodetabek. Dia menyebut saat ini tersisa 200 situ dari 1.000 situ di Jabodetabek.

“Nah menurut data terakhir hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ yang ini tentunya menjadi perhatian kita bersama-sama yang oleh karenanya tadi Bapak Presiden menghendaki untuk tim ini bekerja dengan cepat, diminta lah Bappenas, kemudian Kemenko Infra, tentu nanti dengan PU, kemudian dengan ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kemendagri karena ini lintas provinsi untuk secepatnya mencari dan menganalisa supaya ke depan dapat kita selesaikan secara menyeluruh begitu, baik dari hulu sampai ke hilirnya,” ujarnya.

Prasetyo pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak banjir. Dia mengatakan pemerintah akan menambah operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG, untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari,” ujarnya.

(haf/haf)

  • Related Posts

    Hujan Deras Picu Longsor di Cikarang, 4 Rumah Warga Rusak

    Jakarta – Longsor terjadi di kompleks perumahan Kodam Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Longsor terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dilansir Antara, Kamis (22/1/2026) longsor mengakibatkan akses jalan…

    5 Jenazah Korban Pesawat ATR Dievakuasi Lewat Udara Besok

    Jakarta – Satu dari enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung dievakuasi malam ini ke Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sementara lima jenazah lainnya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *