Atasi Konflik Gajah – Manusia di Way Kambas, Gubernur Mirza Dorong Pembatas Permanen

INFO NASIONAL – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menindaklanjut kepedulian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung cukup lama di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Konflik gajah dan manusia ini menjadi persoalan kemanusiaan sekaligus konservasi yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Mirza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sejak 2025 telah mendorong pembangunan pembatas permanen sebagai solusi jangka panjang untuk menekan konflik satwa liar. Upaya tersebut diarahkan pada pembangunan penghalang yang tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga menjaga keberlangsungan habitat gajah Sumatera di dalam kawasan konservasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pendekatan yang kami dorong adalah pembatas permanen yang berkelanjutan dan sesuai kaidah ekologi. Tujuannya jelas yaitu melindungi warga sekaligus memastikan gajah tetap berada di habitat alaminya,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Balai TNWK terus memperkuat strategi terpadu dalam mitigasi konflik gajah dan manusia karena penanganan konflik tidak dapat bisq dilakukan secara parsial. Harus melalui kolaborasi penguatan infrastruktur fisik dan pemulihan kualitas habitat.

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari patroli intensif, pemasangan GPS collar pada gajah liar, pemanfaatan gajah jinak untuk penggiringan, hingga pengamanan kawasan melalui sinergi dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), TNI, dan Polri.

Ke depan, TNWK akan memperkuat infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen di sepanjang batas alam sungai. Infrastruktur ini dirancang sebagai batasan permanen untuk mengendalikan pergerakan gajah agar tetap berada di dalam kawasan taman nasional.

Selain pendekatan fisik, Balai TNWK juga melakukan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Sepanjang 2021–2024, rehabilitasi kawasan telah dilakukan seluas 1.286,84 hektare guna memastikan ketersediaan pakan dan ruang jelajah satwa.

Mirza menegaskan bahwa perhatian dan komitmen Presiden Prabowo menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian konflik gajah dan manusia di Way Kambas secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini adalah langkah besar yang menunjukkan negara hadir dan mendengar keluhan masyarakat dan mendorong solusi yang adil bagi manusia dan alam.” (*)

  • Related Posts

    PT Transjakarta Alihkan Layanan 17 Rute karena Banjir

    PT Transjakarta mengalihkan sejumlah rute operasional setelah hujan deras menyebabkan banjir di beberapa jalan DKI Jakarta pada Ahad pagi, 8 Maret 2026. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan ada…

    Banjir di Mampang Jaksel, Lalu Lintas Tersendat

    Jakarta – Banjir masih menggenang di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan siang ini. Imbasnya kemacetan terjadi di jalan arah Cawang ke Blok M maupun sebaliknya. Pantauan detikcom di lokasi,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *