Satgas: Jalan Nasional Terdampak Bencana Sudah Berfungsi

SATUAN Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menyatakan semua ruas jalan nasional yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sudah pulih sepenuhnya. Juru bicara Satgas Bencana, Amran, mengatakan jalan di ketiga provinsi yang sempat hancur parah akibat diterjang banjir bandang pada November lalu itu sudah bisa dilalui.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum, semua jalan nasional sudah berfungsi,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Setelah ini, Amran mengatakan satgas bencana akan mulai fokus memperbaiki infrastruktur jalan di tingkat daerah. Sejumlah jalan yang menghubungkan antarsatu kabupaten ke kabupaten lain masih rusak. “Sebagian jalan daerah ini masih dalam tahap perbaikan,” ujar dia. 

Amran menjelaskan pemulihan akses jalan merupakan salah satu program percepatan yang menjadi tugas satgas rehabilitasi. Satgas, kata dia, harus memastikan semua jalan dari nasional hingga ke pelosok kembali normal. “Bagaimana fungsi jalan ini terbuka mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten-kota, desa dan jembatan,” kata dia.

Amran menargetkan akses jalan di Sumatera ini bisa pulih sebelum ldul Fitri atau pada Februari 2026. “Maka ini (perbaikan jalan) terus kita update setiap hari,” ucap dia. 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Aceh melaporkan sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor masih terisolasi. Desa-desa tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. 

Juru bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan akses menuju desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor di badan jalan. Warga di Aceh bahkan masih harus menggunakan tali gantung untuk menyeberang ke daerah lain. “Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” kata Murthalamuddin, pada Kamis, 15 Januari 2026.

  • Related Posts

    Pemudik Motor di Pelabuhan Ciwandan Hari Ini Lebih Ramai dari Kemarin

    Jakarta – Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, mulai ramai didatangi pemudik sepeda motor. Kondisi di pelabuhan lebih ramai dibanding kemarin atau H+2 Operasi Ketupat 2026. Pantauan detikcom di Pelabuhan Pelindo Ciwandan,…

    Mudik 2026, Ini Jadwal Favorit Keberangkatan Kereta dari Jakarta

    Jakarta – PT KAI mencatat sebanyak 698.021 tiket kereta sudah terjual jelang Lebaran 2026. Hingga kini 377.902 tiket masih belum terjual. “KAI Daop 1 Jakarta menyediakan kapasitas sebanyak 1.076.196 tempat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *