Video Call Terakhir Pramugari Pesawat ATR 42-500 Sebelum Jatuh di Sulsel

Jakarta

Florencia Lolita Wibisono atau Olen (32), pramugari Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata sempat menghubungi ibunya melalui video call. Olen sempat meminta doa dari keluarga sebelum terbang.

Pesawat ATR 42-500 sempat hilang kontak saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Belakangan, pesawat yang ditumpangi 7 kru dan 3 penumpang itu jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep pada Minggu (18/1).

Tante Olen, Suly Mandang mengaku keluarga mendapat informasi pesawat jatuh pada Sabtu (17/1). Keluarga kemudian bertolak ke Makassar untuk menjalani pemeriksaan antemortem terkait peristiwa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemarin dapat info pesawat yang dinaiki Olen bahwa hilang. Kakaknya yang menghubungi kami bahwa Olen di pesawat itu,” kata Suly, dilansir detikSulsel, Senin (19/1).

Suly menjelaskan bahwa keponakannya itu sempat menghubungi keluarga pada Jumat (16/1). Selain menanyakan kabar keluarga, Olen juga memohon doa dari orang tuanya.

“Terakhir dia video call baru sekarang lihatin mamanya terus. Sebelum dia (Olen) berangkat dari Jogjakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas di situ,” ungkapnya.

Dia menyebut Florencia memang kerap menghubungi orang tuanya ketika ada waktu luang. Komunikasi itu intens sejak ibu Olen baru keluar dari rumah sakit.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/idh)

  • Related Posts

    Dasco: Pilpres Secara Langsung di Revisi UU Pemilu

    WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan salah satu materi yang akan dibahas dalam revisi Undang-undang Pemilihan Umum nantinya, yaitu mengenai mekanisme pemilihan presiden. Ia memastikan sistem…

    Kakek 79 Tahun di Bekasi Tewas Usai Terseret Arus Banjir

    Jakarta – Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas akibat terseret arus banjir di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Korban bernama Namat (79) dievakuasi warga sekitar. “Kita ditelepon, dikabari,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *