Anggota DPR Minta Kemenhub Investigasi Insiden Pesawat ATR

WAKIL Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda menanggapi peristiwa hilang kontak yang dialami pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan pada Januari lalu. Saat ini, tim gabungan penyelamatan masih mencari dan mengevakuasi korban serta puing pesawat di sekitar lokasi.

‎‎Huda meminta agar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk memanfaatkan teknologi dalam hal operasi pencarian tersebut. Salah satu yang bisa dioptimalkan, kata dia, penggunaan teknologi penginderaan jauh.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

‎Selain itu, Huda berujar perlu dilakukan koordinasi operasional helikopter milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. “Untuk menyisir area sulit di Desa Leang-Leang, Maros,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 19 Januari 2026.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mewanti-wanti perihal waktu operasi pencarian korban dan sisa puing pesawat tersebut. Menurut dia, pengerjaannya harus efektif secara waktu mengingat kondisi cuaca di wilayah pegunungan cepat berubah.

Huda mengatakan peristiwa hilang kontak pesawat milik Indonesia Air Transport ini harus menjadi alarm pahit untuk industri penerbangan nasional. Dia menyatakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi harus segera menginvestigasi awal penyebab insiden pesawat ATR ini.

‎Menurut Huda, investigasi dilakukan untuk memeriksa bagaimana pemeliharaan pesawat dan kelaikan terbangnya. Apalagi, kata dia, pesawat dengan registrasi PK-THT itu hasil produksi tahun 2000 atau sudah berusia 26 tahun.

Kelayakan pesawat, ujar Huda, sebagai elemen penting untuk dipastikan pada operasional pesawat. Terlebih, dia mengatakan saat ini terdapat siklon tropis Nokaen di utara Sulawesi Utara.

Siklus tersebut, kata dia, dapat memicu cuaca ekstrem di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur. “Di tengah ancaman cuaca ekstrem saat ini, keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan,” ucapnya.

‎Pesawat ATR yang hilang kontak diawaki oleh tujuh kru. Ketujuhnya, yaitu Andy Dahananto selaku kapten sekaligus pilot, Farhan Gunawan sebagai kopilot, Hariadi yang bertugas sebagai flight operation officer, serta dua teknisi pesawat, Restu Adi P dan Dwi Murdiono. Layanan kabin dijalankan oleh dua awak kabin, Florencia Lolita dan Esther Aprilita. ‎Pesawat ini juga membawa tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang bertugas. Mereka di antaranya Ferry Irawan sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Noval yang bertugas sebagai Operator Foto Udara.

Dalam pencarian dan pertolongan terbaru, tim gabungan menemukan satu korban. Korban yang belum teridentifikasi itu ditemukan pada Ahad, 18 Januari 2026, di sekitar lokasi serpihan pesawat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus Sar Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter. 

“Pada pukul 14.20 WITA, telah ditemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54’44” Lintang Selatan dan 119°44’48” Bujur Timur, berada di sekitar serpihan pesawat,” kata Arif dalam keterangan resmi, Ahad, 18 Januari 2026.

Menurut Arif, tim SAR melakukan proses evakuasi korban melalui jalur pendakian. Medan yang ekstrem serta cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan. Sejak pagi, hujan lebat dan kabut tebal menyelimuti area puncak dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter.

Selain korban, tim SAR menemukan sejumlah bagian pesawat. Search and Rescue Unit (SRU) 3 melaporkan temuan serpihan berupa rangka pesawat dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan pengamatan visual di lapangan.

Dalam operasi tersebut, beberapa SRU bergerak sesuai sektor yang telah ditentukan. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak untuk melakukan penyisiran lanjutan. Adapun SRU 4 yang sempat mendekati titik misi tidak menemukan akses aman dan ditarik kembali ke posko atas pertimbangan keselamatan.


‎Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    DPR Tegaskan Revisi UU Pemilu Tidak Ada Pilpres oleh MPR

    Jakarta – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama pimpinan Komisi II DPR dan pemerintah melakukan pertemuan terbatas. Hasil pertemuan mempertegas revisi UU Pemilu tak termasuk pembahasan pemilihan Presiden dan…

    Profil Noe Letto yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan

    SABRANG Mowo Damar Panuluh alias Noe, vokalis grup band Letto, diangkat sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional atau DPN. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *