WADUK Pluit di Jakarta Utara sempat berada pada status Bahaya atau Siaga 1 pada Ahad, 18 Januari 2026 siang, seiring meningkatnya tinggi muka air akibat hujan yang mengguyur wilayah Jakarta. Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, kondisi tinggi muka air di sejumlah pintu air Jakarta berangsur menurun hingga malam hari.
Puncak kerawanan tercatat terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Pada jam tersebut, tinggi muka air (TMA) di Waduk Pluit mencapai 50 sentimeter dan ditetapkan dalam status Siaga 1. Sejumlah pintu air lain, termasuk Pasar Ikan, berada pada status Siaga 2.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Cuaca Mendung, Status Bahaya/Siaga,” tulis Dinas SDA Jakarta dalam situs resminya, Ahad siang, 18 Januari 2026.
Memasuki sore hari, kondisi Waduk Pluit mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan laporan Dinas SDA pada pukul 17.00 WIB, status waduk turun menjadi Siaga 2 dengan TMA tercatat 20 sentimeter. Penurunan muka air ini terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan, meski cuaca masih berawan.
Hingga malam hari, tren penurunan tinggi muka air terus berlanjut. Pada pukul 19.00 WIB, TMA Waduk Pluit tercatat berada di angka 0 sentimeter dengan status Siaga atau kuning. Satu jam kemudian, pada pukul 20.00 WIB, tinggi muka air kembali turun hingga minus 10 sentimeter, sehingga status waduk berubah menjadi Waspada atau biru.
Meski kondisi di Waduk Pluit berangsur normal, Dinas SDA Jakarta mencatat sejumlah titik pemantauan lain masih berada pada status Waspada hingga pukul 20.00 WIB. Pintu Air Karet dan Sunter Hulu termasuk lokasi yang masih memerlukan kewaspadaan.
Dinas SDA Jakarta mengimbau warga, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir dan bantaran sungai, untuk tetap waspada. Fluktuasi tinggi muka air masih berpotensi terjadi, bergantung pada intensitas hujan di wilayah hulu serta kondisi pasang air laut.
Sementara, prediksi peningkatan curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memperkirakan curah hujan akan meningkat hingga 22 Januari 2026, dengan puncak intensitas terjadi pada 18–20 Januari 2026.






