Unsri Bantah Pembiaran Kasus Perundungan di PPDS Mata

UNIVERSITAS Sriwijaya (Unsri) membantah tudingan pembiaran dalam kasus dugaan perundungan yang dialami mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Unsri. Pihak kampus menyatakan telah mengambil langkah cepat sejak mahasiswa yang bersangkutan menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri dari program pendidikan.

Kepala Humas Universitas Sriwijaya Nurly Meilinda mengatakan ketua program studi (KPS) langsung melakukan pendekatan kepada mahasiswa tersebut. Fakultas Kedokteran Unsri, kata dia, juga segera melakukan investigasi internal serta memberikan pendampingan psikologis kepada pelapor begitu kabar dugaan perundungan mencuat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tidak benar jika dikatakan ada pembiaran. Sejak awal, KPS langsung melakukan pendekatan, dan FK Unsri segera melakukan investigasi serta pendampingan psikologis,” kata Nurly dalam pernyataan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 17 Januari 2026.

Unsri juga menyatakan kasus ini merupakan kejadian pertama dugaan perundungan yang muncul di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsri. Namun, pihak kampus mengakui adanya praktik eksploitasi finansial berupa pemungutan dana yang dilakukan di luar izin resmi kampus.

Meski begitu, Unsri membantah sejumlah pemberitaan yang menyebut dana tersebut digunakan untuk kepentingan non-akademik, seperti olahraga padel atau menonton konser. “Eksploitasi yang terjadi adalah pemungutan di luar izin kampus, tetapi tidak seperti yang diberitakan,” ujar Nurly.

Sebagai tindak lanjut, Unsri bersama Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menyiapkan serangkaian langkah perbaikan menyeluruh terhadap sistem pembelajaran PPDS, khususnya program residensi yang berlangsung di RSMH.

Langkah tersebut antara lain mengoptimalkan peran dan fungsi tim pencegahan serta penanganan perundungan yang dibentuk bersama antara FK Unsri dan RSMH. Kampus juga berencana melakukan sosialisasi berkala terkait larangan perilaku perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis.

Selain itu, Unsri akan memberlakukan pakta integritas bagi seluruh peserta PPDS—baik residen baru maupun lama—yang diperbarui secara berkala setiap enam bulan. Penindakan tegas, kata pihak kampus, akan diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan perundungan.

Untuk mendorong keberanian melapor, Unsri juga menyiapkan sistem pelaporan khusus yang dapat diakses secara aman oleh peserta PPDS. Kampus menyatakan akan memberikan perlindungan kepada pelapor serta dukungan psikososial guna meningkatkan resiliensi dan kohesi antarresiden.

“Kami juga memperhatikan kondisi psikologis pelapor. Pemberitaan yang masif justru berpotensi membuat yang bersangkutan semakin terguncang,” kata Nurly.

  • Related Posts

    Sejumlah Desa di Kabupaten Bekasi Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

    Jakarta – Sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terendam banjir pagi ini usai hujan deras semalaman. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan ada warga…

    Jalan di Pulogadung Jaktim Terendam Banjir, Polisi Bantu Warga Pakai Perahu

    Jakarta – Jalan Gempol-Malang di Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir usai hujan deras mengguyur. Polisi mengerahkan perahu untuk membantu warga yang hendak melintas. “Tinggi muka air mencapai betis orang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *