Fadli Zon Buka Suara Usai SK Tedjowulan Plt Keraton Diprotes PB XIV Purbaya

Surakarta

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon merespons penolakan pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya atas penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo. Fadli Zon menegaskan langkah itu diambil pemerintah demi menjaga kelestarian cagar budaya.

“Kita melihat dari sisi pemerintah, tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini,” kata Fadli Zon setelah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Keraton Solo kepada KGPA Tedjowulan di Sasana Handrawina, Keraton Solo, dilansir detikJateng, Minggu (18/1/2026).

Fadli sempat berkeliling meninjau area keraton dan menemukan banyak kondisi bangunan yang kurang terawat. Menurutnya, revitalisasi menjadi hal yang mendesak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tadi saya lihat sendiri di belakang, banyak bangunan yang kurang terawat. Kita harap ini bisa direvitalisasi agar Keraton Kasunanan Surakarta bisa menjadi objek wisata budaya, sejarah, kuliner, hingga wisata religi. Potensinya sangat besar, ini akan baik untuk keluarga besar keraton, untuk masyarakat Solo, dan kita semua,” ujar dia.

Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan selalu berupaya menjalin komunikasi dengan PB XIV Purbaya. Dia mengklaim telah mengundang mereka untuk hadir dalam penyerahan SK tersebut.

“Mereka selalu kita undang. Tapi waktu diundang, mereka tidak datang. Jadi sebenarnya kita ingin kooperatif, itu yang kita harapkan. Pak Dirjen selalu mengundang mereka, termasuk acara tadi pun diundang,” ucapnya.

Simak selengkapnya di sini.

(haf/imk)

  • Related Posts

    Heboh Biduan di Panggung Isra Mikraj, Muhammadiyah: Sungguh Tak Pantas

    Jakarta – Jagat maya dihebohkan dengan aksi biduan yang joget di atas panggung acara Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Muhammadiyah mengkritik acara hiburan itu. “Segala juga kepantansan, sungguh…

    Modifikasi Cuaca di Jakarta Dilanjut Sampai 22 Januari

    Jakarta – BPBD Jakarta melanjutkan operasi modifikasi cuaca. Operasi ini dilanjut sampai 22 Januari 2026. “Lanjut sampai dengan tanggal 22 Januari,” ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Yohan kepada wartawan, Senin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *