KEPALA Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menemui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan mereka berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah koreksi terhadap desain IKN yang sedang dalam proses pembangunan.
Pertemuan Basuki dan Teddy dilakukan di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026. “Senang bertemu kembali dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bapak Basuki Hadimuljono,” kata Teddy melalui akun media sosial Sekretariat Kabinet yang dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Teddy, Basuki membicarakan sejumlah topik berhubungan dengan pembangunan IKN. Basuki, kata dia, juga memberi tahu perkembangan kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tersebut.
Basuki juga menanyakan sejumlah isu berkaitan dengan perubahan desain IKN yang diusulkan Prabowo saat berkunjung ke IKN awal pekan ini. “Dalam kesempatan ini, Kepala OIKN melaporkan beberapa update pembangunan IKN dan berkonsultasi terkait beberapa masukan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diberikan saat berkunjung ke IKN beberapa hari lalu,” ucap dia.
Presiden Prabowo sebelumnya memberikan koreksi desain dan fungsi IKN saat mengunjungi kota baru tersebut pada Senin, 12 Januari 2026. Kunjungan itu adalah pertama kalinya Prabowo menyambangi megaproyek warisan Joko Widodo itu sejak menjadi kepala negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo memberikan koreksi soal pembangunan IKN dalam kunjungan itu. “Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap, pertama misalnya mengenai desain, kedua mengenai fungsi,” kata Prasetyo dikutip dari video keterangan pers pada Kamis, 15 Januari 2026.
Prasetyo berujar, Prabowo sejak awal menekankan percepatan proses pembangunan IKN. Adapun IKN ditargetkan berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028, sebagaimana amanat Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
Maka dari itu, Prabowo meminta Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Menurut Prasetyo, Prabowo memberikan dua catatan terhadap pembangunan kota dari era Jokowi itu. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan,” tutur Prasetyo.
Prasetyo menyebut Prabowo ingin desain IKN bisa mengantisipasi iklim dan potensi bencana di Kalimantan. Salah satunya melalui pembangunan embung-embung dan sistem mitigasi bencana seperti kebakaran hutan.






