DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirim tim ke Kabupaten Aceh Utara untuk membantu percepatan pemulihan dan layanan administrasi kependudukan (adminduk) pascabencana. Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri Muhammad Nuh Al-Azhar mengatakan, tim tersebut berkoordinasi dengan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil bersama jajaran.
Koordinasi itu membahas penguatan infrastruktur ser ta dukungan teknis pelayanan adminduk. Menurut Nuh, tim melakukan kunjungan ke empat desa terdampak di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan di daerah tersebut.
“Kunjungan tersebut dilakukan untuk penyerahan dokumen administrasi kependudukan kepada masyarakat terdampak bencana, yang meliputi Kartu Keluarga, KTP-elektronik, akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak,” kata Nuh dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Nuh mengatakan, Direktorat Jenderal Dukcapil juga menyerahkan bantuan bahan pokok berupa beras, minyak, telur, dan kain sarung kepada masing-masing kepala desa. Tim Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri juga mengunjungi Kantor Kecamatan Langkahan. Di tempat tersebut, tim membuka layanan adminduk berupa penerbitan sebanyak 360 KK, 109 akta kelahiran, 11 akta kematian, 124 perekaman KTP-el, serta pencetakan KTP-el berjumlah 773 buah.
“(Tim tersebut) juga berkoordinasi ke Kantor Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Utara untuk penguatan sinergi dan dukungan terhadap pelaksanaan layanan administrasi kependudukan di wilayah terdampak bencana,” kata Nuh.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 1.190 korban meninggal akibat bencana Sumatera per Jumat, 16 Januari 2026. Tiga daerah paling banyak ditemukan korban meninggal, yaitu Aceh Utara sebanyak 231 orang, Agam sebanyak 194 orang, dan Tapanuli Tengah sebanyak 130 orang. “Sementara Aceh Taming sebanyak 101 orang dan Tapanuli Tengah sebanyak 93 orang,” tulis keterangan dari situs Geoportal Data Bencana milik BNPB, Jumat, 16 Januari 2026.
BNPB melaporkan masih ada 141 orang yang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi di tiga provinsi saat ini berjumlah 131.500 orang. Tiga daerah paling banyak pengungsi, yaitu Aceh Utara sebanyak 54.800 orang, Bireuen 13.900 orang, dan Pidie Jaya 11.800 orang.
Bencana ini juga menyebabkan 170.050 rumah rusak. Rinciannya: 53.412 rusak berat, 45.085 rusak sedang, dan 76.553 rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 215 fasilitas kesehatan masih rusak, 3.188 fasilitas pendidikan rusak, 803 rumah ibadah rusak, dan 776 jembatan terdampak.






