Palembang Jadi Kota Uji Coba Vaksin DBD

DINAS Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan 5 ribu dosis vaksin dengue gratis untuk dibagikan kepada anak-anak di Kota Palembang. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan Kota Palembang terpilih sebagai satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi uji implementasi vaksin DBD ini. Dua lainnya adalah Kota Jakarta dan Kota Banjarmasin.

Program ini, kata Tris, dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Takeda Indonesia (Takeda Pharmaceutical Company), sebagai bagian dari penelitian nasional sekaligus proyek percontohan (pilot project) untuk mengukur efektivitas vaksin.

“Ini merupakan program percontohan untuk melihat efektivitas vaksin dalam menurunkan angka kesakitan akibat DBD,” kata Trisnawarman pada Senin, 12 Januari 2026.

Sasaran utama program ini adalah anak usia sekolah, khususnya rentang 6-12 tahun. Kelompok usia ini dinilai paling rentan karena daya tahan tubuh yang belum optimal serta aktivitas tinggi di lingkungan sekolah yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

“Sekolah sering menjadi titik rawan penularan. Anak-anak banyak beraktivitas di luar ruangan, sementara kebersihan lingkungan tidak selalu terpantau maksimal,” jelasnya.

Vaksin dengue produksi Takeda yang digunakan dalam program ini diklaim memiliki efektivitas hingga 80 persen dalam mencegah kondisi DBD berat dan menurunkan risiko kematian pada anak. Meski demikian, vaksin tidak sepenuhnya mencegah infeksi, melainkan mengurangi tingkat keparahan gejala.

“Jadi jika mereka terinfeksi, gejalanya tidak akan parah, hanya akan demam biasa saja. Cara kerjanya serupa dengan vaksin COVID-19,” kata Trisnawarman.

Jika vaksin ini diperoleh secara mandiri kata Tris, biayanya tergolong tinggi, yakni sekitar Rp1,4 juta untuk dua kali suntikan atau Rp700 ribu per dosis. Karena itu, program vaksin gratis ini diharapkan memberi akses perlindungan bagi anak-anak tanpa membebani orang tua.

Rencananya, peluncuran resmi program vaksinasi akan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan sebelum memasuki Ramadan pada Februari mendatang. Meski vaksin mulai diperkenalkan, Dinkes menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M tetap menjadi langkah utama pencegahan.

“Vaksin adalah perlindungan tambahan. Tapi kunci utama tetap menjaga lingkungan. 3M harus terus dijalankan bersama-sama. Dan harapan kami kedepan, pemerintah juga bisa menganggarkan ini (vaksin) secara berkelanjutan,” tuturnya.

  • Related Posts

    Punya Bukti Tebal Dugaan Korupsi Haji, Kapan KPK Periksa Yaqut?

    Jakarta – KPK telah mengantongi bukti tebal hingga menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji tahun 2024. Lalu kapan KPK memeriksa Yaqut sebagai…

    4 WNI Diculik di Laut Afrika, Komisi I DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat

    Jakarta – Sebanyak 4 orang WNI awak kapal penangkap ikan diculik kelompok penyerang bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak pemerintah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *