PENASIHAT Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (purnawirawan) Dudung Abdurachman, mengatakan banyak desa di Provinsi Aceh yang hilang dan tertimbun akibat bencana Sumatera.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dudung menyampaikan kondisi pascabencana longsor dan banjir saat mengunjungi wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh pada 7-9 Januari 2026. Dudung mengunjungi Langkahan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Pidie Jaya.
“Saat ini masih ada desa-desa yang terisolir walaupun memang bantuan sudah sampai. Namun sarana komunikasi sulit. Bahkan ada beberapa (daerah) yang sampai ketinggian 4 meter bahkan lebih, juga banyak desa yang tertutup hilang,” kata Dudung dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam kunjungan ini, Dudung memberikan bantuan Starlink dan power supply secara simbolis. Total 100 unit bantuan logistik berupa sembako dan alat tulis yang dikirim secara bertahap. Bantuan diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur Aceh Fadullah.
“Alhamdullilah saya dengan Pak Bupati dengan ketua tim satgas wilayah Kabupaten Aceh Utara sudah banyak beberapa langkah yang dilakukan, dan tahap berikutnya nanti akan turun tim rekonstruksi yang dipimpin Pak Tito Karnavian (Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi),” kata Dudung.
Dudung juga sempat bertemu para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Ia menyampaikan pentingnya menjaga pertahanan nasional sebagai Bangsa Indonesia. “Bangsa ini tidak boleh kendor semangatnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah melaporkan kondisi dampak bencana dan alokasi bantuan pemerintah untuk setiap kabupaten/kota. Pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp 1 triliun dan dapat saja bertambah sesuai perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan.
“Allah mengabulkan semua. Sekarang per kabupaten/kota 1 triliun dapat dari presiden. Jadi anggaran untuk Aceh Rp 33 triliun untuk semuanya. Itu untuk tafsiran awal,” kata Fadhullah.
Fadhullah berharap bantuan ini bisa segera dikucurkan. Sebab ada kekhawatiran anggaran membengkak karena kerusakan hisa semakin parah jika tidak segera dilaksanakan. Ia menyampaikan total rumah 144.600 unit di Aceh mengalami kerusakan ringan, sedang dan rusak parah.






