PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan menggelar rapat kerja nasional di Ancol pada 10-12 Januari 2026. Dalam hari pertama pelaksanaan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut hadir.
Mantan presiden ke-5 itu didampingi oleh putra sekaligus Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan sejumlah jajaran pengurus pusat partai banteng juga turut hadir.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Megawati memberikan pidato sambutan dan arahan di pembukaan rakernas tahun ini. Salah satu yang ia bahas perihal intervensi Amerika Serikat di Venezuela. Menurut Megawati, intervensi itu merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. Megawati menganggap tindakan Amerika Serikat itu sebagai wujud neokolonialisme dan imperialisme modern.
Pernyataan ihwal isu geopolitik internasional itu bukan satu-satunya yang dibahas dalam Rakernas PDIP 2026. Berikut Tempo merangkum sejumlah pembahasan dalam agenda tersebut.
1. Rakernas PDIP Bahas Kebebasan Berekspresi
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengatakan rakernas partainya akan membahas ihwal kebebasan masyarakat dan media dalam menyampaikan pendapat. “Kalau hari ini banyak orang mengeluhkan, kami dengarkan suara masyarakat mereka mengeluhkan. Kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara, media tidak bisa lagi bebas berbicara,” katanya di Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Ganjar mengatakan PDIP bakal memperjuangkan hal tersebut. Menurut dia, partainya tak ingin nilai demokrasi menurun. “Mestinya kualitas demokrasi makin naik,” ucap mantan Gubernur Jawa Tengah ini.
2. Kader Diminta Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kader partainya untuk turun membantu pemulihan pascabencana yang melanda Sumatera. Dia memperkirakan proses pemulihan itu membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.
Menurut dia, partainya tidak bisa berdiam saja melihat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Mereka itu saudara-saudara kita. Jangan ragu menolong sesama. Buktikan kalian orang PDIP. Mau? Buktikan,” ucap Megawati saat berpidato di Rakernas PDIP, dikutip dari keterangan resminya.
Megawati juga meminta para kadernya untuk membantu korban bencana. Dia mengatakan selama ini PDIP melalui Badan Penanggulangan Bencana telah terjun langsung dan memberikan bantuan kemanusiaan di daerah bencana. “Pergi ke sana, lihat keadaan di sana kalau merasa sebangsa dan se-Tanah Air untuk bergotong royong,” ujarnya.
Selain menginstruksikan para kader untuk membantu proses pemulihan pascabencana Sumatera, Megawati juga meminta kader partai banteng untuk menjaga lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Ganjar Pranowo.
Dia berujar, perintah ketua umum agar kader partai di legislatif, yudikatif, dan eksekutif untuk menjaga lingkungan di daerah masing-masing. “Ya tata ruangnya, lingkungannya, kalau sudah terlanjur apa yang perlu dilakukan, kalau belum bagaimana mencegahnya,” kata Ganjar.
3. Strategi PDIP Hadapi Pemilu 2029
Di sela-sela rakernas, Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo berbicara perihal strategi partainya dalam menghadapi pemilihan umum 2029 mendatang. Menurut dia, partainya setiap saat menyusun rencana untuk menyiapkan pemilu ke depan.
Dia mengatakan salah satu strateginya ialah kontribusi kader PDIP untuk masyarakat. Khususnya membantu masyarakat saat dalam keadaan sulit. Ganjar berujar bantuan itu akan diberikan meski belum ada kampanye untuk Pemilu 2029.
Eks calon presiden ini menilai kontribusi partai berupa bantuan itu sebagai kampanye dalam arti yang sesungguhnya. PDIP, kata dia, tidak akan menunggu dan tidak hanya datang ke masyarakat saat membutuhkan suara saja. “Itu taktik strategi, yang menurut saya paling relevan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jadi tiap hari, bukan menunggu masa kampanye,” ucap Ganjar.
Ganjar mengatakan bantuan dari kader PDIP untuk masyarakat akan dilakukan untuk berbagai isu. Mulai dari bencana alam, pendidikan, kesehatan, perempuan dan anak, hingga disabilitas. Bantuan itu juga diupayakan dalam bentuk perumusan kebijakan.
4. PDIP Sampaikan Sikap Soal Pilkada Tak Langsung saat Penutupan Rakernas
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya belum menentukan sikap politik ihwal wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung. Dia berujar sikap partai banteng terkait isu menghapus pilkada langsung akan disampaikan dalam penutupan Rakernas PDIP di Ancol pada Senin, 12 Januari 2026.
”Sikapnya bagaimana, alasan filosofis, ideologis, dan juga dari manajemen penyelenggaraan pemilu, itu semua akan menjadi bagian dari rekomendasi rakernas,” ucap Hasto di Ancol pada Sabtu, 9 Januari 2026.
Hasto mengatakan ketua umum partainya ingin prinsip-prinsip kedaulatan rakyat dari semangat reformasi tetap dijaga. Rakyat yang memilih langsung, ujar dia, akan memperkuat legitimasi perjuangan. “Juga tanggung jawab pemimpin untuk menghasilkan program-program sesuai dengan aspirasi masyarakat yang digali pada saat kampanye,” katanya.
Hasto mengatakan panitia rakernas telah menerima masukan dari kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa mengenai wacana pilkada dipilih DPRD. Mereka meminta rakernas mengambil keputusan politik untuk menjaga demokrasi yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas melalui mekanisme pilkada langsung.






