HUJAN dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan selama dua hari pada 10 dan 11 Januari 2026. Kondisi tersebut membuat daerah itu mengalami banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Makassar mengatakan banjir ini menyebabkan ratusan orang harus mengungsi ke tempat aman. Salah satunya yang dialami oleh warga di Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Pilihan Editor: Mengapa Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar
”Pengungsi sementara sebanyak 97 kepala keluarga, dengan total 356 jiwa,” kata Kepala BPBD Makassar Fadli Tahir dalam keterangannya, dilansir dari Antara pada Senin, 12 Januari 2026.
Dia mengatakan ratusan pengungsi itu kini ditempatkan di lima lokasi pengungsian. BPBD Makassar bekerja sama dengan dinas sosial setempat untuk pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk logistik dan layanan sosial korban terdampak.
Fadli menyatakan bencana hidrometeorologi berupa angin kencang juga melanda Makassar. Dia mencatat ada 29 titik lokasi yang diterjang angin kencang hingga menyebabkan pohon di ruas-ruas jalan serta di kawasan pemukiman tumbang.
”Satu unit rumah warga terdampak akibat kejadian tersebut,” ucapnya. Evakuasi material pohon tumbang serta pengamanan lokasi kejadian turut dibantu oleh aparat TNI-Polri.
Dia menyatakan pemerintah daerah bakal meningkatkan kesiapsiagaan personel dan memperkuat koordinasi, untuk memastikan penanganan bencana di Makasaar berjalan tepat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari area rawan pohon tumbang dan genangan,” kata dia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca






