INFO TEMPO – Suara hentakan alat musik tifa menggema di Ballroom Hotel Suni Abepura, Jayapura, Papua pada Sabtu, 10 Januari 2026. Suara yang ditabuh di antaranya oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Muhamad Mardiono, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dan Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, itu menandakan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP se-Papua raya dibuka.
Mardiono mengatakan, dengan mengusung tema “Merawat Persahabatan, Meneguhkan Perjuangan Umat”, Muswil PPP se-Papua Raya ini menjadi tonggak dimulainya konsolidasi partai secara menyeluruh di seluruh Papua. Adapun hasil Muswil di antaranya untuk menyusun program kerja dan kepengurusan baru yang semuanya ditujukan untuk penguatan agenda politik lima tahunan yaitu Pemilu 2029. “Pada 2028 nanti setelah selesai verifikasi Pemilu, kita akan mulai rekrutmen calon legislatif dalam rangka mempersiapkan Pemilu 2029,” kata Mardiono.
Sebelum itu, lanjut dia, musyawarah baik yang dilakukan wilayah maupun cabang akan terus diselenggarakan hingga masuk agenda 2027 yakni tahap verifikasi Pemilu. “PPP fokus menyiapkan semuanya dalam rangka mengikuti Pemilu 2029,” kata dia.
Persiapan ini, kata Mardiono, membutuhkan fokus dan tidak boleh ketinggalan waktu. Adanya Muswil ini dipastikan tidak hanya untuk menyusun program dan membentuk kepengurusan tetapi juga sebagai upaya mempersatukan seluruh elemen kader dari tingkat bawah hingga atas untuk sebuah kerja politik.
“Kita harus bersatu padu bergandeng tangan karena sebagaimana perjuangan,” kata Mardiono yang sudah kurang lebih 30 tahun bersama PPP. Menurut dia, dalam Muswil ini tentu akan ada kompetisi untuk lahirnya sebuah perubahan. “Artinya perubahan dalam penyusunan kepengurusan dan program-program kerja. Jadi kader organisasi yang menunjukkan prestasi dalam kepemimpinannya itulah yang kita apresiasi menjadi seorang pemimpin,” lanjutnya.
Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardionosaat memotong tumpeng dalam Muswil se-Papua Raya di Hotel Suni Abepura, Sabtu, 10 Januari 2026. Dok. Istimewa
Oleh karena itu, kata dia, di dalam musyawarah ini harus ada pembahasan bagaimana menciptakan program kerja membantu pemerintah, masyarakat dalam mempercepat pembangunan di Papua agar bisa sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain sehingga rakyat Papua bisa hidup sejahtera. “Saya minta, khususnya kepada kader-kader PPP di seluruh Papua Raya yang ada di eksekutif maupun legislatif, baik di provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota bergandeng tangan mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kemaslahan umat,” kata Mardiono.
Mardiono berharap, kader-kader PPP dapat mengambil peran dan tampil di depan dalam mendorong pertumbuhan dan percepatan pembangunan di Papua. “Selain itu juga kader PPP diharapkan dapat mendorong percepatan ekonomi di Papua dan membawa kesejahteraan di Papua.”
Seluruh program pemerintah pusat yang sudah digelontorkan ke daerah, kata dia, dapat langsung ditangkap oleh rakyat. “Jangan sampai nanti semua program pemerintah yang sudah digelontorkan itu kemudian ditangkap oleh pelaku spekulan, termasuk bandar-bandar dan sebagainya,” ujar dia.
Mardiono juga mengingatkan agar tidak ada lagi permainan pasar. Dia prihatin ketika musim tanam datang dan membutuhkan pupuk tetapi petani justru kesulitan mendapatkan pupuk. “Tidak boleh lagi pupuk tidak ada. Pemerintah telah menggelontorkan program kebijakan subsidi pupuk itu besar,” kata dia. Begitu juga dengan bahan bakar minyak atau BBM, subsidi yang digelontorkan pemerintah kata Mardiono juga sangat besar. “Jangan sampai rakyat Papua membeli bensin eceran yang harganya Rp 15.000/liter,” ucapnya.
Mardiono pun meminta kader-kader PPP berperan serta untuk action melayani rakyat, melayani umat. “Ini pentingnya kita berpolitik, pentingnya kader-kader kita solid, agar partai kita langkah perjuangannya itu menghasilkan kemaslahatan bagi umat sehingga kita dicintai oleh umat, kita dicintai oleh rakyat,” kata Mardiono. “Tidak boleh rakyat di Papua tertinggal. PPP harus tampil di depan,” tambah dia.
Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono saat memberi sambutan dalam Muswil se Papua Raya di Hotel Suni Abepura, Jayapura, Papua, Sabtu, 10 Januari 2026. Dok. Istimewa
Sebelumnya, Ketua DPW PPP Papua, Mursidin menuturkan, Muswil merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan partai di tingkat wilayah. Oleh karena itu dia mengajak seluruh kader untuk menjadikan Muswil sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menjaga etika, serta menjunjung tinggi marwah partai. “Saya berharap Muswil mampu melahirkan program-program pro rakyat serta kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu membawa PPP semakin solid serta dicintai masyarakat,” ujar dia. Adapun jika terjadi perbedaan pendapat menurut dia adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kepentingan partai harus menjadi prioritas utama.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Papua Barat Yasman Yasin yang juga Ketua Forum PPP se-Papua Raya mengatakan, Muswil menjadi momentum strategis memperkuat konsolidasi politik dan meningkatkan kinerja partai di seluruh wilayah. Dia pun mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kerja keras, dan niat tulus dalam membangun kekuatan partai.
Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengapresiasi PPP yang konsisten mendukung dirinya bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen hingga dilantik. “Muswil PPP sangat penting dalam tata kelola partai, sebagai forum evaluasi kinerja, penyusunan program pengembangan wilayah, serta penyiapan kepemimpinan yang mampu menjawab dinamika politik ke depan,” ujar dia.
Pemerintah Provinsi Papua, kata dia, saat ini tengah mendorong percepatan pembangunan wilayah provinsi melalui visi Papua transformasi baru yang maju dan harmonis. Visi ini menekankan perubahan yang terarah, kondusif dan berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.
Tiga misi utamanya yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Dalam konteks ini, peran partai politik dinilai sangat strategis sebagai pilar demokrasi, sarana pendidikan politik, penyalur aspirasi rakyat, sekaligus penguat persatuan bangsa.
Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono (tengah) didampingi Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri (kanan), Wali Kota Jayapura Abisai Rollo (kiri), sertapara kader PPP dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) se Papua Raya di Hotel Suni Abepura, Jayaputra, Papua, Sabtu, 10 Januari 2026. Dok. Istimewa
Sementara dalam konteks Pemilu, PPP menjadi salah satu misi. Parpol tidak hanya berfungsi sebagai sarana kontestasi kekuasaan tetapi juga sebagai pilar demokrasi dan berperan aktif dalam pendidikan politik maasyarakat. Menyalurkan aspirasi-aspirasi rakyat.
“Sebagai gubernur saya mendorong pelaksanaan Muswil ini agar organisasi partai di masing-masing kepartaian bisa jalan,” kata Mathius. Dia pun berharap hasil musyawarah bisa menentukan garis partai ke depan, termasuk program-programnya dan menjadi salah satu pemimpin di masing-masing wilayah mulai dari barat daya sampai dengan Selatan.
Selain itu, para pemimpin partai PPP juga diharapkan dapat menjadi pemimpin yang amanah untuk sama-sama berkolaborasi membangun kerja sama yang baik antara provinsi-provinsi yang ada. Khususnya di provinsi induk, Mathius berharap PPP dapat bekerja sama membangun Provinsi Papua.
Muswil yang berlangsung hingga 11 Januari 2026 ini dihadiri juga antara lain Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, serta jajaran pimpinan DPW PPP se-Tanah Papua. Selain itu turut hadir Ketua DPW PPP Papua Pegunungan Rajab, Ketua DPW PPP Papua Barat Tasman Yasir, Ketua DPW PPP Papua Selatan Ibnu Jaya Suud, Ketua DPW PPP Papua Tengah Freny Anouw, dan Ketua DPW PPP Papua Barat Daya Rosmiati Matalitti, bersama pengurus DPC dari berbagai daerah. (*)






