MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban banjir di Aceh akan dilaksanakan mulai Februari 2026. Kesiapan tersebut disampaikan Maruarar dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR dengan pemerintah di Aceh, Sabtu, 10 Januari 2025.
Ia menuturkan persiapan pembangunan hunian tetap telah memasuki tahap akhir. Pemerintah, Maruarar mengklaim, telah menyiapkan seluruh tahapan pembangunan hunian tetap secara komprehensif, mulai dari penetapan lokasi yang clear and clean, penyusunan data by name by address (BNBA), desain detail engineering design (DED), hingga proses lelang dan pembangunan fisik. “Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” kata dia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Maruarar menjelaskan pembangunan hunian tetap tidak bisa dilaksanakan secepat hunian sementara lantaran pemilihan lokasi hunian tetap lebih sulit. Penentuan lokasi pembangunan huntap harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni aman dari potensi bencana, tidak bermasalah secara hukum, serta dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat.
Selain itu, pembangunan hunian tetap harus menunggu data final sasaran pemberian hunian tersebut. Sementara hingga saat ini, data kebutuhan hunian tetap masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Pusat Statistik.
Adapun jumlah rumah atau hunian yang rusak akibat bencana di Pulau Sumatera pada November lalu mencapai 189.308 unit. Maruarar Sirait mengatakan angka tersebut berdasarkan data terakhir pada pukul 17.00 WIB, Jumat, 9 Januari 2026. Rinciannya, di Aceh terdapat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, serta 13.969 rumah hanyut.
Sementara di Sumatera Utara, tercatat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 rumah hanyut. Kemudian jumlah rumah di Sumatera Barat terdiri dari 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan rumah hanyut sebanyak 791 unit.






