ORGANISASI kemanusiaan non-pemerintah, Save The Children melakukan pemantauan lapangan di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Direktur Humanitarian Save The Children Indonesia Fadli Usman mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang tidak baik-baik saja. “40 hari usai bencana, kondisi anak-anak terdampak memprihatinkan,” kata Fadli saat dihubungi, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Fadli, anak-anak bukan hanya kehilangan hak untuk bermain maupun mengenyam pendidikan, tapi juga terpaksa kehilangan orang tua maupun sanak saudara yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Fadli mengatakan, sejauh ini Save The Children Indonesia masih terus melakukan konsolidasi ihwal pendataan jumlah anak-anak yang terdampak. Namun, untuk upaya advokasi dan penanganan pertama, hal tersebut masih dilakukan.
Dia menuturkan, anak-anak terdampak beberapa di antaranya kini telah kembali dipertemukan dengan anggota keluarga lain, termasuk untuk memperoleh tempat bernaung pascabencana. “Kami juga bekerja sama dengan Kementerian PPPA dan Kementerian Sosial untuk mengaktivasi sub cluster pelindungan anak guna mencukupi kebutuhan mereka,” ujar Fadli.
Aktivasi sub cluster pelindungan anak dalam penanggulangan bencana merupakan sistem yang berfokus pada perlindungan khusus anak dari berbagai risiko seperti kekerasan berbasis gender, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pendidikan.
Sistem ini ditujukan guna memastikan hak anak terpenuhi dan berada dalam kondisi aman pada seluruh tahapan bencana.
Adapun, berdasarkan rekapitulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ekologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Jumat, 9 Januari mencapai angka 1.182 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan dalam dua hari ini terdapat penambahan korban jiwa dengan rincian 1 jiwa dari Aceh Utara dan Tapanuli Tengah, serta 2 jiwa di Langkat. “Untuk korban hilang masih terus divalidasi dan disesuaikan per hari ini jadi 145 jiwa, dan jumlah pengungsi per hari ini 238.627 orang,” ujar Abdul.






