Pakar Kesehatan: Balita dan Lansia Rentan Terpapar Super Flu

PAKAR kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan bahwa ibu hamil, anak balita, dan lansia menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi influenza berat atau yang belakangan dikenal sebagai super flu. Meski sebagian besar kasus flu bersifat ringan, kelompok berisiko tinggi membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Sebagian besar sakit flu memang ringan dan cukup diatasi dengan obat simtomatik. Tetapi pada flu berat dan kelompok berisiko tinggi, obat antivirus perlu dipertimbangkan,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis dikutip pada Senin, 5 Januari 2026.

Menurut mantan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian obat antivirus pada pasien flu berat serta mereka yang memiliki risiko komplikasi serius. Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, anak di bawah usia enam tahun, lansia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronik, pasien kemoterapi, serta individu dengan sistem imun rendah seperti pengidap HIV.

Tjandra menjelaskan, kelompok rentan lebih mudah mengalami perburukan kondisi jika terinfeksi influenza. Pada ibu hamil, flu dapat berdampak bukan hanya pada kesehatan ibu, tetapi juga janin. Sementara pada balita dan lansia, infeksi flu berisiko berkembang menjadi pneumonia atau komplikasi lain yang mengancam jiwa.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kata Tjandra, juga menegaskan bahwa obat antivirus flu hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Obat ini berfungsi meringankan gejala dan memperpendek durasi sakit, terutama jika dikonsumsi dalam satu hingga dua hari sejak gejala muncul.

“CDC merekomendasikan antivirus bagi pasien flu yang dirawat di rumah sakit, pasien dengan flu sangat berat, dan kelompok berisiko tinggi seperti ibu hamil, penderita asma, penyakit paru kronik, diabetes, atau penyakit jantung,” ujarnya.

Dalam publikasi terbaru CDC pada November 2025, terdapat empat obat antivirus influenza yang telah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Keempatnya adalah oseltamivir phosphate, zanamivir, peramivir, dan baloxavir marboxil.

Oseltamivir tersedia dalam bentuk pil atau cairan dan dapat digunakan pada berbagai kelompok usia. Zanamivir berbentuk bubuk inhalasi, namun tidak dianjurkan untuk pasien asma dan penyakit paru obstruktif kronik. Sementara itu, peramivir diberikan melalui suntikan intravena dan baloxavir dalam bentuk pil dosis tunggal, termasuk untuk anak usia lima tahun ke atas.

Baloxavir, lanjut Tjandra, juga dapat digunakan sebagai pencegahan pascapajanan, yakni diberikan setelah seseorang diduga terpapar pasien flu. Namun, ia menekankan bahwa penggunaan antivirus tetap harus berdasarkan indikasi medis. “Pesan utamanya, kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia tidak boleh menyepelekan flu. Jika gejalanya berat atau memburuk, segera cari pertolongan medis,” kata dia.

  • Related Posts

    Momen Mentan Salah Panggil Dedi Mulyadi Jadi Ridwan Kamil: Eh, Astagfirullah

    Karawang – Terselip momen yang mencuri perhatian saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Cilebar, Karawang, Jawa Barat. Amran sempat salah panggil…

    Tabung Gas Meledak, Ibu di Jakbar Terlempar ke Luar Rumah

    Jakarta – Insiden ledakan yang dipicu kebocoran tabung gas terjadi di Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Seorang ibu rumah tangga bernama Venny Hermawati (41) terlempar ke luar rumah hingga terluka…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *