MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kondisi Sungai Tamiang hingga muara laut di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Ahad, 4 Januari 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Peninjauan dilakukan melalui pengamatan udara dan peninjauan medan sepanjang Sungai Tamiang hingga muara laut untuk memperoleh gambaran teknis kondisi sedimentasi dan alur sungai,” demikian tertulis dalam siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, dikutip Senin, 5 Januari 2025.
Usai peninjauan, Sjafrie memimpin rapat evaluasi bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita selaku pimpinan Satgas Kuala, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya.
“Rapat menetapkan pembagian Satgas Kuala ke dalam dua gugus tugas utama, yakni gugus tugas pendalaman Kuala Tamiang dan gugus tugas normalisasi,” demikian bunyi siaran pers tersebut.
Pergeseran kapal dan peralatan direncanakan berlangsung bertahap hingga pekan kedua Januari dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama. “Awal pelaksanaan tugas Satgas Kuala direncanakan dimulai pada awal Februari 2026, seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan,” tertulis dalam siaran pers tersebut.
Untuk mendukung operasi, Kementerian Pertahanan menyiapkan dukungan logistik, termasuk speed boat dan hovercraft. “Gugus Tugas Normalisasi akan dilengkapi peralatan penjernih air untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara,” tulis siaran pers tersebut.
Satgas ini bertugas mempercepat pengerukan kuala dan sungai yang mendangkal akibat lumpur banjir. Usul pembentukan Satgas disampaikan oleh Sjafrie serta koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Operasi dikendalikan dari kapal markas Kementerian Pertahanan yang dikawal kapal perang TNI Angkatan Laut dan melibatkan sekitar 200 personel. Pemerintah berharap Satgas Kuala dapat mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas Sungai Tamiang dan kawasan pesisir muara.






