WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menargetkan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara atau IKN, Kalimantan Timur, siap digunakan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 atau 1447 Hijriah. Menurut Gibran, pembangunan Masjid Negara telah mendekati tahap akhir atau sudah mencapai 98,4 persen. Masjid di IKN ini ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Pada tahap pertama, masjid ini memiliki kapasitas sekitar 29 ribu jemaah dari total rencana 60 ribu jemaah, dan ditargetkan dapat digunakan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri tahun 2026,” kata Gibran saat meninjau Masjid Negara di IKN, Kalimantan Timur, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Sabtu, 3 Januari 2026.
Karena itu, ia memastikan akan mengawal percepatan pembangunan dan penjagaan kualitas pekerjaan. Menurut mantan politikus PDI Perjuangan ini, Masjid Negara IKN dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah. “Tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” ujar Gibran.
Masjid Negara IKN atau Masjid Raya Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area masjid, 2.221 meter persegi area komersial, dan 7.340 meter persegi area penunjang. Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi, dengan struktur bangunan empat lantai dan dua lantai mezzanine.
Lingkup pekerjaan mencakup tahap persiapan, perancangan detail, hingga pelaksanaan konstruksi yang meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal-elektronika, lanskap dan infrastruktur, serta penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang turut mendampingi Wakil Presiden Gibran dalam peninjauan Masjid Negara menyampaikan bahwa Gibran memberikan perhatian khusus pada kualitas desain, progres pekerjaan, hingga kesiapan masjid untuk segera dimanfaatkan sebagai sarana ibadah.
Basuki berujar, Gibran mengapresiasi konsep Masjid Negara yang memiliki desain berbeda dari masjid pada umumnya, baik dari bentuk bangunan maupun keterhubungannya dengan kawasan peribadatan lain di IKN.
“Masjid di IKN ini berbentuk serban dan dirancang dengan kapasitas sekitar 20 ribu jemaah pada tahap awal, yang nantinya dapat dikembangkan hingga 60 ribu jemaah,” kata Basuki.
Selain itu, menurut Basuki, Gibran meminta agar penyelesaian pekerjaan dipercepat dengan tetap menjaga mutu. “Sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah bisa dipakai untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Idul Fitri,” tutur dia.






