Isak Tangis Iringi Pemakaman 3 Orang Sekeluarga Tewas di Jakut

Jakarta

Tiga orang dalam satu keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Isak tangis mengiringi pemakaman jenazah korban.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (3/1/2026), jenazah tiba di TPU Rorotan, Jakarta Utara, sekitar pukul 13.20 WIB. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi jasad korban dimasukkan ke liang lahad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga korban saling menguatkan dan memberikan dukungan satu sama lain. Ketiga jenazah dimakamkan berdekatan di TPU Rorotan.

Dalam peristiwa ini, korban meninggal dunia diketahui bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (28), serta Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara itu, satu korban lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Jenazah korban awalnya ditemukan di dalam rumah oleh salah satu anak korban, Khadafi, saat pulang bekerja. Khadafi tak kuasa menahan tangis saat menaburkan bunga di pusara ibu dan dua saudaranya.

“Teteh, makasih banyak ya. Teteh udah hadir. Maafin aku ya,” ujar Khadafi sambil menangis.

Warga lainnya tampak menopang tubuh Khadafi yang terlihat lemah menahan tangis. Warga mencoba menenangkan dan menguatkan Khadafi.

Udah, Teteh udah tenang,” ujar warga menguatkan.

Khadafi mendoakan ibu dan dua saudaranya sebelum meninggalkan makam. Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 14.15 WIB.

Dihubungi terpisah, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru mengatakan proses autopsi sudah selesai dilakukan. Namun dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil toksikologi.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah di serahkan keluarganya. Untuk hasil nunggu hasil toksikologi,” ujar Brigjen Prima saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1).

Awal Mula Temuan Mayat

Jasad ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di Warakas, Jakarta Utara (Jakut). Jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak korban saat pulang kerja.

“Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Anak korban tersebut kemudian meminta pertolongan. Ia meminta tolong kepada warga sekitar.

“Yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” tuturnya.

(mib/amw)

  • Related Posts

    Apa Saja Langkah Penghematan di Kementerian Sosial

    KEMENTERIAN Sosial menyatakan tidak akan lagi melakukan perjalanan dinas ke luar negeri setelah ada imbauan untuk penghematan energi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kebijakan itu sudah diputuskan dalam rapat internal…

    Waka MPR Dorong Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Plastik-Pupuk

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyampaikan potensi adanya tantangan baru dari Indonesia akibat krisis energi dari penutupan Selat Hormuz. Dia menjelaskan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *