3 Permintaan Bupati Aceh Tamiang ke Prabowo

BUPATI Aceh Tamiang Armia Fahmi menyampaikan tiga permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan bencana Sumatera, di Aceh Tamiang, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menyapu tiga provinsi sekaligus di Pulau Sumatera pada November 2025. Sebanyak 12 kecamatan alias seluruhnya di Aceh Tamiang lumpuh.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB per Sabtu, 3 Januari 2026, total ada 101 korban tewas akibat banjir bandang di Aceh Tamiang.

Sebanyak 115 ribu warga Aceh Tamiang dilaporkan masih mengungsi. Tak hanya itu, BNPB mencatat bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan rumah tinggal warga, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jembatan, hingga jalan.

Adapun permintaan Bupati Armia kepada Presiden Prabowo meliputi hunian bagi warganya yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, pemenuhan kebutuhan pangan, hingga bantuan langsung tunai atau BLT.

Bantuan 42.727 Unit Rumah

Bupati Armia meminta pemerintah pusat untuk memberikan bantuan berupa pembangunan hunian tetap atau rumah untuk masyarakat Aceh Tamiang. Musababnya, banjir dan longsor yang melanda wilayahnya itu menyebabkan sebanyak 37.888 unit rumah hilang dan 4.839 rumah lainnya rusak berat.

“Kami mohon bantuan, pertama untuk perumahan huntap,” kata Armia dalam rapat tersebut. “Kami membutuhkan rumah huntap sebanyak 42.727 unit,” ucap dia kemudian.

Adapun saat ini, Danantara membangun hunian sebanyak 600 unit di Aceh Tamiang. Rumah hunian Danantara memiliki berbagai fasilitas. Di antaranya taman bermain, jaringan wi-fi, 14 dapur umum, 14 musala, dan 120 unit toilet dan kamar mandi.

Bantuan Pangan Selama 6 Bulan

Kemudian, Armia juga memohon kepada Prabowo supaya masyarakat Aceh Tamiang diberikan bantuan pangan. Ia menyebutkan ada 313.245 penduduk di Aceh Tamiang yang perlu dijaga keberlangsungan hidupnya.

Menurut Armia, dia dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menghitung kebutuhan pokok seperti telur, beras, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan. “Nanti kami akan buat surat resmi kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan ke depan,” ujar dia.

Armia melihat kondisi perekonomian warga Aceh Tamiang belum pulih setelah bencana menghantam lebih dari sebulan lalui. Ia menilai masyarakatnya akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri,” kata Armia.

Bantuan Langsung Tunai Rp 1 Juta

Terakhir, Armia meminta pusat memberikan bantuan berupa BLT bagi 111.520 kepala keluarga (KK). Dia meminta jatah hidup sebesar Rp 1 juta per keluarga. “Kalau diperkenankan masing-masing mendapat Rp 1 juta selama satu tahun, Pak Presiden. Jadi ini bisa juga meringankan beban kami. Untuk 3 hal tersebut kami mohon bantuan. Terima kasih, Presiden,” tutur Armia.

Prabowo Subianto lantas merespons permohonan Armia. Prabowo menyebut pemerintah akan memperhitungkan kebutuhan warga Aceh Tamiang yang telah disampaikan itu. “Dan kami integrasikan dengan data yang lain semua, supaya tepat sasaran dan tepat guna,” ujar Prabowo.

  • Related Posts

    Warga Senang Planetarium Buka Lagi: Biar Liburan Nggak Cuma ke Mal

    Jakarta – Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, menjadi destinasi yang ramai dikunjungi pada masa libur kali ini. Pembukaan fasilitas edukasi astronomi ini setiap hari diserbu warga setelah dibuka…

    Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabanjir, SDN di Aceh Tamiang Siap Digunakan

    Aceh Tamiang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen dalam pemulihan pascabencana dengan membantu pembersihan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Melalui pengerahan personel Korps Brimob,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *