Polisi Tunggu Hasil Autopsi Pastikan Penyebab Sekeluarga Tewas di Jakut

Jakarta

Polisi menunggu hasil autopsi 3 jenazah sekeluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Polisi masih mendalami penyebab kematian korban.

“Ya (autopsi) ini masih berproses ya. Belum bisa kita pastikan. Belum bisa dipastikan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakut AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar kepada wartawan, Jumat (1/1/2026).

Tim dokter forensik masih melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap jenazah. Sehingga, kata Onkoseno, penyebab kematian korban masih belum bisa dipastikan apakah keracunan atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” kata dia.

Polisi juga masih mendalami kondisi jasad korban yang melepuh. Onkoseno menyebut di tubuh korban memang terdapat ruam merah dan mulut berbusa.

“Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya, namun penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani,” kata dia.

Sebelumnya, ketiga jasad korban ditemukan dalam rumah di Warakas III Gang 10, Tanjung Priok, Jakut pada Jumat (2/1). Sementara satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit.

(dvp/lir)

  • Related Posts

    Mengapa pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran diserang?

    WHO telah memperingatkan risiko ‘bencana’ jika pelepasan radioaktif terjadi. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr Iran telah menjadi sasaran empat kali sejak perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dimulai lebih dari sebulan…

    Para pengunjuk rasa mengerumuni kedutaan AS di Tel Aviv, menuntut berakhirnya perang

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *