Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Sekeluarga Tewas dalam Rumah di Jakut

Jakarta

Polisi masih menyelidiki penyebab tiga orang sekeluarga tewas diduga keracunan di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak enam orang saksi diperiksa polisi.

“Dua orang (anak korban) lagi yang memang satu rumah, namun pada saat kejadian yang satu dari keterangan awal baru saja pulang dari bekerja, dan satunya juga berada di rumah tersebut. Dua orang saat ini juga sedang kami mintai keterangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Dia mengatakan selain itu ada empat tetangga korban yang berstatus sebagai saksi. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya,” tuturnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di TKP. “Ya, barang buktinya yang tadi saya sampaikan, ada beberapa barang-barang di dalam rumah tersebut seperti botol, kemudian seprai, dan baju yang sedang dilakukan pemeriksaan, dan ada barang-barang yang lainnya lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, ketiga jasad korban ditemukan dalam rumah di Warakas III Gang 10, Tanjung Priok, Jakut pada Jumat (2/1). Satu korban dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga jasad ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan tubuh muncul ruam. Jasad saat ini masih diautopsi untuk menemukan penyebab kematian korban.

(dvp/isa)

  • Related Posts

    Polisi Usut Dugaan Kelalaian Insiden Longsor Proyek Mini Soccer Sumedang

    Jakarta – Empat orang dilaporkan tewas akibat tertimbun longsor pada proyek mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Polisi kini tengah mengusut dugaan kelalaian dari peristiwa…

    Jalan Lingkar Selatan Cilegon Banjir, Kendaraan Tak Bisa Melintas

    Cilegon – Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon di Ciwandan mengalami banjir hingga tak bisa dilewati kendaraan. BPBD Provinsi Banten menyebut kondisi tersebut diakibatkan minimnya saluran air serta ditutupnya jalur pembuangan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *