Nenek di Jatim Diusir Paksa Ormas dari Rumahnya Sendiri hingga Alami Luka

Jakarta

Seorang nenek bernama Elina Widjajanti (80) diusir secara paksa dari rumahnya sendiri di Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jawa Timur. Nenek Elina juga menjadi korban penganiayaan saat diusir paksa oleh seseorang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas).

Dilansir detikJatim, Sabtu (27/12/2025), momen pengusiran nenek Elina terekam dalam video dan tersebar. Saat pengusiran itu terjadi, Elina sempat menolak keluar dari rumahnya.

Namun beberapa orang pria menarik dan mengangkat paksa tubuhnya agar mau keluar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemungkinan antara 30 orang yang diduga melakukan pengusiran secara paksa, terus kemudian melakukan eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan. Di situ nenek ditarik, diangkat, kemudian dikeluarkan dari rumah dan ada saksinya,” ujar Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja.

Wellem mengatakan Elina mengalami luka hingga berdarah. Ia juga belum sempat menyelamatkan barang-barang penting yang ada di rumahnya. Saat ini, laporan pengeroyokan terhadap Nenek Elina itu telah tercatat dalam laporan kepolisian bernomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 29 Oktober 2025.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji juga sudah meminta sejumlah pihak untuk mencari tahu informasi mengenai masalah ini.

“Cara-cara ini brutal. Ini dikecam seluruh Indonesia. Nanti ormasnya (bisa) dikecam,” ucap Armuji.

Simak lengkapnya di sini.

(zap/dhn)

  • Related Posts

    Daftar Kereta Tambahan Lebaran 2026 Keberangkatan 11 Maret-1 April

    Jakarta – KAI menyiapkan kereta api tambahan untuk Lebaran 2026 keberangkatan 11 Maret sampai 1 April 2026. Penjualan tiketnya dimulai pada 11 Februari 2026, pukul 00.00 WIB. Berdasarkan informasi resmi…

    Fadli Zon Raih Gelar Profesor Kehormatan, Dorong RI Jadi Pusat Peradaban Dunia

    Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meraih gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nasional (Unas). Dalam orasi ilmiahnya, dia membahas ‘Politik Kebudayaan Mega-Diversity: Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia’. Orasi ilmiah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *