Longsor Cilacap, BPBD Jawa Tengah Masih Cari 20 Orang Hilang

BENCANA longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis malam, 13 November 2025. Hingga hari ini, sebanyak 3 korban longsor sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jawa Tengah tiga korban yang ditemukan meninggal itu adalah Julia Lestari, 20 tahun, Maya Dwi Lestari, 15 tahun, dan Yuni, 45 tahun, warga Dusun Tarukahan Desa Cibeunying.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sementara korban yang hingga kini masih dalam pencarian ada 20 orang. Rinciannya warga Dusun Cibuyut 13 orang yaitu Rastum, Rahma, Aca, Cahyanto, Kasri, Zahra, Nilna, Asmanto, Isna, anak Isna, Dani, dan anak Dani.

Serta sisanya berasal dari Tarukahan yaitu Nina, Fani, Fatin, Lilis, Danu, dan anak Lilis. “Hingga kini tim evakuasi gabungan terus bekerja mencari korban longsor. “Masih diupayakan Basarnas,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catur Penanggungan.

Peristiwa longsor ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Kamis lalu. Longsor menerjang permukiman warga yang ada di perbukitan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penyisiran lokasi kejadian, mencari dan mengevakuasi korban beberapa saat setelah menerima informasi longsor kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

BNPB mengkonfirmasi data sementara total ada 49 orang warga korban terdampak bencana itu. Di antaranya, dua orang dievakuasi dengan kondisi meninggal dunia, tiga orang luka-luka, 23 orang dalam kondisi selamat dan sementara 21 orang dinyatakan hilang dalam pencarian.

Menurut dia, setidaknya sampai dengan pukul 03.00 WIB dini hari tadi ada 21 orang masih dalam pencarian. Lalu pagi ini satu unit alat berat bantuan dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan (SAR). “Pencarian tetap dilakukan secara maksimal karena masih dalam masa golden time,” kata dia seperti dikutip Antara pada Jumat, 14 November 2025.

Menurut laporan petugas di lapangan, kata dia, longsoran tanah ratusan meter itu seketika merusak 12 rumah warga wilayah Dusun Cibaduyut, Cibeunying dan Tarukahan.

BNPB mengimbau seluruh tim SAR dan masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan seiring hujan dengan intensitas ringan – sedang masih berpotensi terjadi merata di Kecamatan Majenang hingga Ahad, 16 November 2025. “Kami terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat untuk menghindari area yang berpotensi longsor. Keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Abdul.

  • Related Posts

    Gempa M 2,5 Terjadi di Kota Sukabumi

    Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 2,5 terjadi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman gempa 110 Km. Melalui akun X nya, BMKG menyampaikan gempa terjadi Senin (16/2/2026) pukul 00.52 WIB.…

    Perintah Kakorlantas Polri, Polantas Tertibkan Truk di Seluruh Ruas Tol

    Jakarta – Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan petugas Jasa Marga di lapangan, jajaran Polantas bergerak serentak melakukan penertiban besar-besaran terhadap kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan tol, Minggu (15/2) malam.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *