Rupiah berpotensi menguat terbatas, investor nantikan data Cadev RI

Rupiah berpotensi menguat terbatas, investor nantikan data Cadev RI

  • Jumat, 7 November 2025 10:45 WIB
  • waktu baca 2 menit
Rupiah berpotensi menguat terbatas, investor nantikan data Cadev RI
Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

penguatan diperkirakan terbatas, investor menantikan data Cadangan Devisa Indonesia siang ini

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, seiring koreksi mata uang AS setelah rilis data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan laporan Challenger menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS yang mendorong ekspektasi bahwa bank sentral AS atau The Fed untuk menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Kondisi itu memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak menguat terhadap dolar AS.

“Namun penguatan diperkirakan terbatas, investor menantikan data Cadangan Devisa Indonesia siang ini,” ujar Lukman di Jakarta, Jumat.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS sepanjang hari ini.

Kendati ada potensi penguatan, rupiah dinilai masih tertekan oleh sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Lukman menjelaskan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terbentuknya bubble pada saham-saham di bidang akal imitasi (AI)

“Rupiah terpantau tertekan oleh sentimen risk-off di pasar equitas global oleh kekuatiran bubble AI,” ujarnya.

Adapun rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.705 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.701 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp16.705 per dolar AS

Baca juga: Rupiah ditutup menguat ke Rp16.701 di tengah sentimen RUU Redenominasi

Baca juga: Kurs rupiah menguat didukung data PDB kuartal III hingga sentimen AS

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera

    Jakarta – Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat…

    KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 5 ABK Luka Bakar

    Jakarta – KM Anaya terbakar di perairan laut Maluku. Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar. “Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado mengerahkan tim rescue dalam operasi pencarian dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *