Pakar nilai kebijakan EBT pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar

Pakar nilai kebijakan EBT pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar

  • Jumat, 7 November 2025 00:27 WIB
  • waktu baca 3 menit
Pakar nilai kebijakan EBT pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar
Pekerja melakukan perawatan rutin pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah kerja (WK) Rokan Duri, Bengkalis, Riau, Jumat (17/10/2025). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memanfaatkan PLTS sebanyak 64 ribu panel surya yang terbentang di 28 hektare untuk mendukung operasional bisnis sebagai komitmen Pertamina Group dalam mengurangi emisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agr

Jakarta (ANTARA) – Pakar kebijakan publik atau Guru Besar Bidang Administrasi Pembangunan dan Reformasi Birokrasi Universitas Nusa Cendana (Undana) Nusa Tenggara Timur Prof. David B. W. Pandie memandang kebijakan energi baru dan terbarukan (EBT) pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar.

Walaupun demikian, Prof. David mengatakan target Presiden Prabowo Subianto yang ambisius dan optimistis untuk mencapai swasembada energi dengan transisi energi hijau yang mendorong pemanfaatan EBT tetap perlu strategi yang tepat.

“Kebijakan pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar, tetapi desain implementasi tahapannya perlu dikomunikasikan secara lebih jelas ke publik. Misalnya, apa yang dilakukan pada setiap tahap, atau apa indikator keberhasilannya,” ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut dia mengatakan ada dua hal penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung swasembada energi yang tengah dikejar oleh pemerintah tersebut.

Pertama, edukasi soal kondisi Indonesia saat ini yang tengah mengalami krisis akibat impor energi dan kebocoran subsidi energi, sehingga masyarakat bisa menggunakan energi dengan bijak, dan subsidi yang diberikan bisa tepat sasaran.

Kedua, menggalang kekuatan perguruan tinggi untuk gencar melakukan riset EBT agar membangun generasi yang peduli dan solider terhadap energi.

Selain itu, dia mengatakan pemahaman ilmu mengenai EBT sesuai kondisi lokal perlu diperkuat oleh pemerintah untuk mencapai swasembada energi.

“Teknologi juga tetap penting untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang lebih cepat. Kalau tidak, maka transisi akan lama dan tidak berujung,” katanya.

Sementara itu, pakar energi dari Undana NTT Prof. Fredrik Lukas Benu memandang diversifikasi energi menjadi kunci untuk mencapai target bauran EBT sebesar 19-23 persen pada 2030.

Oleh sebab itu, dia menyarankan pemerintah untuk dapat melirik daerah-daerah yang dapat menyuplai EBT nasional.

Salah satunya, kata dia, adalah NTT yang dinilai dapat menyuplai EBT daerah lain sebab memiliki sumber energi strategis berupa biomassa, energi surya, hingga angin.

“NTT diharapkan memberi suplai energi baru terbarukan untuk Bali, bahkan sudah ditawarkan juga untuk Jawa Timur,” katanya.

Diketahui, pada 22 September 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rekor pertumbuhan bauran energi tertinggi, yakni sebesar 2 persen dalam satu tahun. Dengan demikian, angka bauran energi mencapai 16 persen.

Bauran EBT tersebut terdiri atas sektor ketenagalistrikan sebesar 8,13 persen, dan sektor non-kelistrikan sebanyak 7,87 persen dari bahan bakar nabati, biomassa, dan biogas.

Capaian tersebut disebut selaras dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.

Target bauran energi yang ditetapkan dalam RUKN dan RUPTL untuk tahun 2025 adalah sebesar 15,9 persen.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Top 3: Hasil Survei Kinerja Prabowo hingga Perpres AI

    TIGA berita di kanal Nasional menjadi terpopuler pada Minggu, 8 Februari 2026. Berita terpopuler pertama mengenai hasil survei tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto  yang dilakukan oleh Lembaga survei Indikator Politik…

    Ngeri Aksi 3 Remaja Siram Air Keras di Cempaka Putih

    Jakarta – Viral di media sosial peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelajar yang sedang berboncengan terhadap pelajar lainnya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *