Polda Jatim kirim Brimob ke Pulau Kangean untuk redam konflik

Polda Jatim kirim Brimob ke Pulau Kangean untuk redam konflik

  • Kamis, 6 November 2025 22:45 WIB
  • waktu baca 2 menit
Polda Jatim kirim Brimob ke Pulau Kangean untuk redam konflik
Dokumen pemberangkatan pasukan Brimob Polda Jatim ke Pulau Kangean, Sumenep untuk meredam konflik nelayan di wilayah itu. (ANTARA/ HO-Polres Sumenep)

Sumenep (ANTARA) – Polda Jawa Timur mengirimkan bantuan pasukan Brimob ke Pulau Kangean, guna membantu pengamanan yang dilakukan Polres Sumenep dalam meredam konflik nelayan setempat dengan PT KEI (Kangean Energi Indonesia).

“Ada sebanyak 67 personel pasukan yang kami kirim ke Pulau Kangen dari Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim,” kata Kapolres Sumenep AKBP Rivanda di Sumenep, Kamis malam.

Ia menjelaskan, para personel itu telah tiba di Pulau Kangean, Rabu (5/11) malam dan sejak Kamis (6/11) pagi mereka mulai melakukan pengamanan.

Kapolres menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan kepada para personel yang bertugas melakukan pengamanan itu, agar bertindak profesional dan humanis, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari tindakan arogan, serta menjaga komunikasi baik dengan masyarakat.

“Menurut laporan personel dari Polsek Kangean, sebenarnya situasi mulai tenang, akan tetapi kekecewaan warga belum sepenuhnya reda. Banyak nelayan menilai aktivitas seismik itu mengancam kelestarian laut dan hasil tangkapan mereka,” katanya.

Konflik Nelayan Kangean dengan PT Kangean Energi Indonesia terjadi saat perusahaan itu melakukan survei di perairan area laut dangkal yang menjadi tempat nelayan menangkap ikan.

Sebanyak enam orang nelayan yang berupaya menghalau kegiatan itu ditangkap aparat kepolisian Polsek Kangean.

Para nelayan bergerak tanpa komando ke kantor Mapolsek Kangean, menuntut pembebasan keenam nelayan Kangean itu.

Namun mungkin karena polisi tersebut tidak ada di Mapolsek, maka warga bergerak bergeser ke tempat biasanya para polisi itu berada dan mengamankan orang-orang perusahaan PT KEI tinggal, yaitu di waterpark milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumenep.

Di lokasi tersebut insiden kerusuhan terjadi. Massa melakukan pelemparan dan membakar fasilitas waterpark.

“Kami berharap melalui pasukan bantuan pengamanan dari Brimob Polda Jatim ini, situasi akan semakin membaik, dan oleh karena itu, instruksi pendekatan yang harus mereka lakukan secara humanis dan komunikasi baik dengan semua masyarakat, bukan dengan anarkis,” kata Kapolres.

Baca juga: 62 Tim Yankes Bergerak layani 860 kasus kesehatan di Pulau Kangean

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Sekretaris BKPSDM Lampung Tengah Dipanggil KPK Terkait Suap Bupati Ardito

    Jakarta – KPK masih mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Lampung Tengah nonaktif, Ardito Wijaya. Sejumlah saksi pun kembali dipanggil terkait perkara ini, salah satunya Sekretaris BKPSDM…

    AMSI: Perusahaan AI Ambil Konten Pers Tanpa Kompensasi

    KETUA Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika mengatakan perusahaan artificial intelligence atau akal imitasi (AI) mengambil konten dari media massa tanpa kompensasi. Berdasarkan riset AMSI dengan Monash University,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *