Enam truk besar dikerahkan untuk angkut sampah di Cakung

Enam truk besar dikerahkan untuk angkut sampah di Cakung

  • Kamis, 6 November 2025 18:44 WIB
  • waktu baca 2 menit
Enam truk besar dikerahkan untuk angkut sampah di Cakung
Truk sampah Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung mengangkut sampah di Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza

Jakarta (ANTARA) – Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung mengerahkan enam truk besar dan mesin pengangkat (shovel loader) untuk mengangkut sampah di Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

“Besok (7/11), kami akan melakukan pengangkutan sampah menggunakan alat berat. Rencananya antara empat sampai enam truk besar,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung Encep Suryana saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Encep menyebut, hal ini menindaklanjuti keluhan warga terkait penumpukan sampah yang mengakibatkan bau menyengat dan mengganggu akses jalan di sekitar lokasi.

Ia mengatakan, nantinya truk besar tersebut akan mengangkut sampah untuk dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Karena petugas gerobak sedang libur, maka kami akan pakai 'shovel' dan angkut menggunakan truk besar ke Bantargebang,” ucap Encep.

Baca juga: Warga Penggilingan keluhkan tumpukan sampah ganggu jalan dan berbau

Baca juga: DKI cari payung hukum untuk sanksi sosial kepada pembakar sampah

Pengangkutan itu melibatkan 10 personel, terdiri dari pengemudi, pengawas, dan kru yang bertugas menutup muatan dengan terpal.

“Pengemudi empat sampai enam orang, pengawas dua orang, kru dua orang untuk pasang terpal, jumlah 10 orang,” jelas Encep.

Sebelumnya, warga di Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur kembali mengeluhkan penumpukan sampah yang mengakibatkan bau menyengat dan mengganggu akses jalan di sekitar lokasi.

“Bau banget ini sampahnya tercium banget,” kata salah satu warga RT 06 Kelurahan Penggilingan Tusiah (38) di Cakung, Jakarta Timur.

Penumpukan sampah tersebut sudah berlangsung hampir empat bulan tanpa penanganan tuntas.

Baca juga: Pemkab angkut 4,4 ton sampah kiriman dari daratan Jakarta

Baca juga: Foto pembakar sampah bakal dipasang di media sosial

Menurut Tusiah, aktivitas pengangkutan yang seharusnya berjalan cepat justru menjadi lambat karena dilakukan secara manual oleh petugas kebersihan dan warga sekitar.

“Sampah ini sudah berhari-hari antre panjang banget. Menaikkan ke truk juga masih manual, dibantu banyak orang,” ujar Tusiah.

Warga berharap, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti keluhan ini dengan membuka kembali tempat penampungan sementara lama yang ada di pinggir kali.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut volume sampah harian di Jakarta saat ini sudah sekitar 8.000 ton per hari.

Selain itu, Pramono juga menyebut bahwa Jakarta memiliki cadangan timbunan sampah sekitar 55 juta ton di TPST Bantargebang.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Andre Rosiade Minta 'Tuan Takur' di Pasar Raya Padang Setop Palak Pedagang

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang diduga menjadi ‘tuan takur’ atau pelaku premanisme yang melakukan pemalakan terhadap pedagang di kawasan…

    Pengelolaan KSO Sawit Kembali Picu Bentrok di Rohul, 1 Orang Tewas

    Rokan Hulu – Bentrokan dipicu pengelolaan lahan sawit skema kerja sama operasi (KSO) kembali terjadi. Kali ini, bentrokan yang terjadi di lahan eks PT BS, Dusun IV Rintis, Desa Bontang,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *